Duta Besar Iran untuk Indonesia
Mohammad Boroujerdi menyampaikan bahwa dinamika perang antara Amerika
Serikat-Israel dan Iran serta dampaknya di tingkat global berpotensi mengubah
tatanan geopolitik dunia.
“Perang ini berdampak pada banyak
sekali perkembangan internasional dan memberi perubahan signifikan bagi
geopolitik global,” kata Boroujerdi dalam kuliah umumnya di Universitas Prof.
Dr. Moestopo (Beragama) di Jakarta, Rabu.
Ia berkata, dinamika konflik
mungkin akan memaksa komunitas internasional mendefinisikan kembali
penggolongan negara adidaya dan negara-negara “middle power”, serta mendorong
perubahan dalam norma, prinsip, dan aturan internasional.
Konflik kali ini, kata dia,
menunjukkan bahwa organisasi multilateral telah gagal bertindak demi mengakhiri
perang serta mewujudkan perdamaian bagi Iran dan negara-negara di kawasannya.
Terlebih, dalam sudut pandang
Iran, AS dan Israel telah melanggar berbagai aturan dan norma internasional
dalam serangan mereka terhadap Iran, yang baru berhenti usai gencatan senjata,
ucap Dubes Boroujerdi.
“Berbagai organisasi internasional
tidak akan bisa melanjutkan kegiatan mereka seperti biasa, sama seperti keadaan
sebelum perang; pasti akan perlu perubahan yang signifikan,” kata dia.
Dubes Iran menyebut salah satu
institusi internasional yang sangat perlu direformasi adalah Dewan Keamanan
Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang komposisi anggota tetapnya masih
mencerminkan kekuatan pemenang Perang Dunia II lebih dari 80 tahun yang lalu.
Ia menyayangkan DK PBB tidak sigap
menyerukan penghentian perang saat AS-Israel menyerang Iran pada 28 Februari,
tetapi justru hanya mengecam Iran yang melancarkan serangan balasan kepada
Israel dan aset-aset militer AS di kawasan.
“DK PBB harus direformasi supaya
benar-benar bisa menjalankan tugasnya, yaitu menjamin keamanan, mencegah
perang, maupun mengakhiri perang,” kata dia.
Boroujerdi pun menyoroti perlunya
kesatuan suara di kalangan negara-negara berkembang untuk mendesak reformasi DK
PBB agar lebih representatif terhadap aspirasi masyarakat dunia.