Kapolsek Metro Tamansari, Kompol Bobby M. Zulfikar menegaskan bahwa insiden penganiayaan lansia pengusaha laundry (penatu) di Tamansari, Jakarta Barat -->

Kapolsek Metro Tamansari, Kompol Bobby M. Zulfikar menegaskan bahwa insiden penganiayaan lansia pengusaha laundry (penatu) di Tamansari, Jakarta Barat

Kamis, 21 Mei 2026

 

Kapolsek Metro Tamansari, Kompol Bobby M. Zulfikar menegaskan bahwa insiden penganiayaan lansia pengusaha laundry (penatu) di Tamansari, Jakarta Barat bukanlah bagian dari upaya perampokan.

 


"Kami coba meluruskan berita yang beredar bahwasanya ada perampokan di wilayah Maphar di toko laundry. Itu hanya penganiayaan terhadap lansia oleh pelaku berinisial JA berumur 30 tahun," kata Bobby saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Berhasil hasil pemeriksaan, kata Bobby, pelaku diketahui merupakan warga Karanganyar, Jakarta Pusat yang tengah beraktivitas di sekitar Tamansari.

Pelaku mengaku awalnya ingin memasukkan laundry, tetapi kemudian toko tersebut sudah tutup sehingga berujung emosi dan melakukan pemukulan.

"Menurut keterangan yang kami dapatkan hanya kesal karena tidak diterima terkait masalah laundry-nya saja. Tapi kalau misalnya memang masih memerlukan keterangan lanjut, akan coba kami dalami," ujar Bobby.

Atas perbuatannya, polisi menjerat pelaku JA dengan pasal penganiayaan.

"Pasalnya 466 KUHP tentang masalah penganiayaan. Ancamannya di atas lima tahun penjara," tutup Bobby.

Sebelumnya, seorang lansia bernama Christine Wijaya (76) menjadi korban penganiayaan brutal oleh seorang pria berinisial JA (30) di tempat usaha laundry (penatu) miliknya di Jalan Kebon Jeruk IX, Kelurahan Maphar, Tamansari, Jakarta Barat.

Insiden itu terjadi pada Selasa (19/5) lalu sekitar pukul 18.00 WIB saat korban hendak menutup laundry-nya menjelang malam.

Tiba-tiba, pelaku datang membawa sedikit pakaian dan meminta agar cuciannya diterima meski sudah mau tutup.

"Laundry saya itu jam enam tutup. Pas lagi nutup pintu, itu orang datang. Katanya mau laundry, saya bilang bisa, tapi udah mau tutup, di-laundry nya besok gimana?'. Dia bilang enggak apa-apa deh besok," ujar Christine di lokasi, Rabu.

Kendati demikian, karena tak mau menolak pelanggan, Christine akhirnya mempersilakan pria tersebut masuk untuk menimbang pakaiannya.

Namun, saat Christine sedang menimbang, pelaku secara tiba-tiba menyerang wajah dan kepalanya secara bertubi-tubi.

"Ya masa orang nyuci saya enggak mau, saya ajak dia masuk. Pas saya timbang sini, dia itu langsung pukul saya. Dari sini dia berdiri, langsung pukul saya. Saya belum sempat nanya, dia terus mukul terus," kata Christine.

Awalnya, pelaku memukul wajah Christine dengan tangan kosong, tepat ke arah mata nya.

Kemudian, Christine menyebut area kepalanya dipukul menggunakan sebuah benda, tetapi ia tidak mengetahui secara pasti benda apa yang digunakan untuk memukulnya.

"Waktu itu polisi nanya saya dipukulnya pakai apa, saya kan enggak tahu dia pukulnya pakai apa. Cuma saya tahu duk, duk, duk, benda apa saya juga enggak tahu. Saya langsung teriak 'Tolong, tolong!' yang kencang supaya orang dengar," kata dia.

Teriakan Christine pun mengundang perhatian warga sekitar dan pekerja ekspedisi yang lokasinya di sebelah tokonya.

Mengetahui warga berdatangan, pelaku pun panik dan langsung melarikan diri.

Namun, pelaku kemudian berhasil ditangkap warga saat kabur dan dibawa ke pos RW 08.