Kapolsek Metro Tamansari, Kompol Bobby M. Zulfikar
menegaskan bahwa insiden penganiayaan lansia pengusaha laundry (penatu) di
Tamansari, Jakarta Barat bukanlah bagian dari upaya perampokan.
"Kami coba meluruskan berita yang beredar bahwasanya
ada perampokan di wilayah Maphar di toko laundry. Itu hanya penganiayaan
terhadap lansia oleh pelaku berinisial JA berumur 30 tahun," kata Bobby
saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Berhasil hasil pemeriksaan, kata Bobby, pelaku diketahui
merupakan warga Karanganyar, Jakarta Pusat yang tengah beraktivitas di sekitar
Tamansari.
Pelaku mengaku awalnya ingin memasukkan laundry, tetapi
kemudian toko tersebut sudah tutup sehingga berujung emosi dan melakukan pemukulan.
"Menurut keterangan yang kami dapatkan hanya kesal
karena tidak diterima terkait masalah laundry-nya saja. Tapi kalau misalnya
memang masih memerlukan keterangan lanjut, akan coba kami dalami," ujar
Bobby.
Atas perbuatannya, polisi menjerat pelaku JA dengan pasal penganiayaan.
"Pasalnya 466 KUHP tentang masalah penganiayaan.
Ancamannya di atas lima tahun penjara," tutup Bobby.
Sebelumnya, seorang lansia bernama Christine Wijaya (76)
menjadi korban penganiayaan brutal oleh seorang pria berinisial JA (30) di
tempat usaha laundry (penatu) miliknya di Jalan Kebon Jeruk IX, Kelurahan Maphar,
Tamansari, Jakarta Barat.
Insiden itu terjadi pada Selasa (19/5) lalu sekitar pukul
18.00 WIB saat korban hendak menutup laundry-nya menjelang malam.
Tiba-tiba, pelaku datang membawa sedikit pakaian dan meminta
agar cuciannya diterima meski sudah mau tutup.
"Laundry saya itu jam enam tutup. Pas lagi nutup pintu,
itu orang datang. Katanya mau laundry, saya bilang bisa, tapi udah mau tutup,
di-laundry nya besok gimana?'. Dia bilang enggak apa-apa deh besok," ujar
Christine di lokasi, Rabu.
Kendati demikian, karena tak mau menolak pelanggan,
Christine akhirnya mempersilakan pria tersebut masuk untuk menimbang
pakaiannya.
Namun, saat Christine sedang menimbang, pelaku secara
tiba-tiba menyerang wajah dan kepalanya secara bertubi-tubi.
"Ya masa orang nyuci saya enggak mau, saya ajak dia
masuk. Pas saya timbang sini, dia itu langsung pukul saya. Dari sini dia
berdiri, langsung pukul saya. Saya belum sempat nanya, dia terus mukul terus,"
kata Christine.
Awalnya, pelaku memukul wajah Christine dengan tangan kosong,
tepat ke arah mata nya.
Kemudian, Christine menyebut area kepalanya dipukul
menggunakan sebuah benda, tetapi ia tidak mengetahui secara pasti benda apa yang
digunakan untuk memukulnya.
"Waktu itu polisi nanya saya dipukulnya pakai apa, saya
kan enggak tahu dia pukulnya pakai apa. Cuma saya tahu duk, duk, duk, benda apa
saya juga enggak tahu. Saya langsung teriak 'Tolong, tolong!' yang kencang supaya
orang dengar," kata dia.
Teriakan Christine pun mengundang perhatian warga sekitar
dan pekerja ekspedisi yang lokasinya di sebelah tokonya.
Mengetahui warga berdatangan, pelaku pun panik dan langsung
melarikan diri.
Namun, pelaku kemudian berhasil ditangkap warga saat kabur
dan dibawa ke pos RW 08.