Penyanyi asal Amerika Serikat Britney Spears mengaku
bersalah telah mengemudi secara sembrono dalam perkara pelanggaran ringan yang
melibatkan tindakan mengemudi di bawah pengaruh alkohol dan obat-obatan.
Menurut warta The Hollywood Reporter, pengakuan tersebut
disampaikan oleh Britney Spears melalui pengacaranya, Michael A. Goldstein,
dalam persidangan di Ventura County, California, pada Senin (4/5)
waktusetempat.
Pelantun lagu "Toxic" itu menyatakan bertanggung
jawab atas perilakunya dan mengaku bersalah atas tuduhan yang lebih ringan,
mengemudi secara sembrono yang melibatkan alkohol dan narkoba, yang disebut wet
reckless.
Wet reckless adalah istilah informal untuk kesepakatan
pembelaan di mana orang yang didakwa mengemudi dalam keadaan mabuk setuju untuk
menerima dakwaan yang lebih ringan, biasanya mengemudi secara sembrono.
"Nona Spears bertanggung jawab atas pelanggaran ringan
ini, dengan mengajukan pengakuan bersalah pada tahap paling awal dan dua bulan
sejak hari penangkapannya," kata Jaksa Wilayah Erik Nasarenko sebagaimana
dikutip dalam siaran Deadline.
Ia menyampaikan bahwa mengemudi di bawah pengaruh narkoba
atau alkohol secara sembrono merupakan kejahatan serius yang membahayakan semua
orang di jalan raya dan jalan bebas hambatan.
Sebagai hukuman terhadap pelanggaran yang telah dilakukan,
Britney Spears dikenai denda dan dijatuhi hukuman percobaan 12 bulan dikurangi
masa tahanan yang telah dijalani.
Di samping itu, dia harus menyelesaikan program edukasi tiga
bulan bagi orang yang kedapatan mengemudi dalam keadaan mabuk serta melanjutkan
perawatan untuk menangani masalah penyalahgunaan obat-obatan dan kesehatan
mental.
Pengacara Britney Spears menyampaikan bahwa sang penyanyi
telah melakukan langkah-langkah signifikan untuk melakukan perubahan positif,
yang tercermin dalam keputusan Jaksa Ventura County untuk menurunkan dakwaan
dan membatalkan tuduhan mengemudi dalam keadaan mabuk.
"Britney menghargai kebijakan tersebut dan juga
berterima kasih atas dukungan yang ia terima," katanya.
Seorang juru bicara kejaksaan menyampaikan bahwa jaksa
biasanya menawarkan kesepakatan wet reckless kepada terdakwa tanpa riwayat
mengemudi dalam keadaan mabuk sebelumnya dengan kadar alkohol dalam darah
rendah serta tindakannya tidak menyebabkan kecelakaan atau korban luka.
Britney Spears ditangkap pada 4 Maret 2026 dengan tuduhan
mengemudi dalam keadaan mabuk di wilayah California Selatan.
Dia dibebaskan dari tahanan keesokan harinya dan setelah itu
secara sukarela masuk ke fasilitas rehabilitasi.