TNI Koops Habema Sampaikan Duka Cita atas Meninggalnya Nalince Wamang dan Komitmen Lindungi Warga -->

TNI Koops Habema Sampaikan Duka Cita atas Meninggalnya Nalince Wamang dan Komitmen Lindungi Warga

Sabtu, 16 Mei 2026

 




Mimika – Kepala Penerangan TNI Komando Operasi Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Nalince Wamang (17), remaja perempuan yang menjadi korban dalam insiden penembakan di Distrik Tembagapura, 7 Mei 2026. “Kami turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya adik Nalince Wamang. Beliau masih sangat muda, baru lulus SMK, dan sedang mencari nafkah bersama pamannya. Kehilangan ini pasti sangat berat bagi keluarga,” ujar Letkol Wirya saat ditemui wartawan di Mimika, Selasa (12/5/2026).


Terkait tuduhan yang beredar bahwa TNI melakukan penembakan terhadap korban, Letkol Wirya menegaskan: “Kami telah melakukan evakuasi secepat mungkin terhadap korban dan membawanya ke rumah sakit dengan niat baik untuk menyelamatkan nyawa, namun dalam perjalanan tepatnya di jalan poros MP. 69 korban dinyatakan meninggal dunia. Jenazah kemudian kami serahkan kepada keluarga. Kami tidak melakukan penembakan terhadap masyarakat sipil.”


Ia menambahkan bahwa pihaknya sedang mendalami kronologi secara menyeluruh. “Kami menghormati permintaan keluarga akan transparansi. Saat ini TNI sedang melakukan investigasi internal secara serius. Kami juga siap berkolaborasi dengan Polri untuk klarifikasi lebih lanjut, agar kebenaran dapat terungkap secara objektif,” tegasnya.


Mengenai kejadian itu sendiri, Letkol Wirya menjelaskan bahwa saat kejadian prajurit TNI sedang melaksanakan aklimatisasi (penyesuaian lingkungan) di daerah latihan. “Pada saat itu kami mendengar suara tembakan. Sesuai prosedur, prajurit langsung bergerak ke arah sumber tembakan untuk melindungi warga sipil yang sedang mendulang di sekitar lokasi. Kami sangat menyesalkan jatuhnya korban sipil dalam insiden ini,” jelasnya.


Letkol Wirya menolak narasi bahwa TNI sengaja mendirikan pos baru atau merekayasa insiden. “Kami sudah lama berada di wilayah ini untuk mengamankan Objek Vital Nasional PT Freeport Indonesia. Tidak ada agenda tersembunyi. Kami justru hadir untuk melindungi masyarakat dan aset negara dari gangguan kelompok bersenjata,” pungkasnya. (Koops TNI Habema)