DRadioQu.com Tanggamus — Kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pekon Way Harong, Kecamatan Air Naningan, yang diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat, kini justru menuai keluhan dari sebagian warga sekitar. Keluhan tersebut berkaitan dengan dugaan limbah cair dari operasional Dapur MBG Way Harong 2 yang dinilai menimbulkan aroma tidak sedap dan mengganggu kenyamanan lingkungan.
Sejumlah warga mengaku merasa terganggu dengan bau yang diduga berasal dari limbah dapur tersebut. Mereka berharap pengelolaan limbah dapat dilakukan dengan lebih baik agar tidak berdampak pada kesehatan maupun kenyamanan masyarakat sekitar.
Salah seorang warga saat diwawancarai media pada Selasa 15/5/26 pukul 10.00 wib yang identitasnya enggan disebutkan, menyampaikan bahwa dirinya telah dua kali dipanggil oleh pihak pengelola dapur untuk membahas persoalan tersebut. Namun, menurutnya, hasil pertemuan belum sepenuhnya memberikan solusi yang memuaskan.
“Kadang aroma tidak sedap itu masih tercium warga,” ujarnya kepada Ketua LSM Trinusa Tanggamus, Nuril Asikin.
Menanggapi persoalan tersebut, LSM Trinusa Tanggamus menyatakan hadir untuk menjembatani komunikasi antara warga dan pihak pengelola dapur MBG.
Langkah mediasi dilakukan agar keluhan masyarakat dapat ditindaklanjuti tanpa menghambat keberlangsungan program MBG yang dinilai memiliki manfaat sosial bagi masyarakat.
Ketua LSM Trinusa Tanggamus, Nuril Asikin, berharap pihak pengelola dapat lebih memperhatikan sistem pengolahan limbah sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.
“Harapan kami, persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik melalui musyawarah bersama, sehingga program tetap berjalan dan masyarakat juga merasa nyaman,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Dapur MBG Way Harong 2 terkait dugaan pencemaran tersebut. (RA)
