Aktivitas pusat perbelanjaan atau mal di berbagai daerah masih menunjukkan tren positif meski industri ritel -->

Aktivitas pusat perbelanjaan atau mal di berbagai daerah masih menunjukkan tren positif meski industri ritel

Rabu, 03 Juni 2026

 

Aktivitas pusat perbelanjaan atau mal di berbagai daerah masih menunjukkan tren positif meski industri ritel tengah memasuki periode low season setelah Ramadan dan Idulfitri.

 


Tingginya kunjungan masyarakat selama libur panjang menjadi sinyal konsumsi rumah tangga dan perputaran ekonomi domestik masih terjaga.

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mencatat jumlah pengunjung mal selama libur panjang akhir pekan mengalami kenaikan sekitar 10% hingga 15% dibandingkan akhir pekan biasa.

Ketua Umum APPBI, Alphonsuz Widjaja, mengatakan pusat perbelanjaan masih menjadi salah satu tujuan utama masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga selama masa liburan.

“Libur panjang memberikan dampak positif bagi sektor ritel. Banyak masyarakat memilih pusat perbelanjaan sebagai destinasi rekreasi sehingga tingkat kunjungan meningkat dibandingkan akhir pekan normal,” ujar Alphonsuz dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).

Menurut APPBI, ramainya aktivitas di pusat perbelanjaan tidak hanya didorong oleh kebutuhan belanja, tetapi juga meningkatnya minat masyarakat terhadap sektor kuliner dan hiburan.

Berbagai restoran, kafe, wahana bermain, hingga area hiburan keluarga menjadi lokasi yang paling banyak dikunjungi selama periode liburan.

“Segmen yang paling dominan adalah kuliner dan hiburan. Pengunjung datang tidak hanya untuk berbelanja, tetapi juga menikmati waktu bersama keluarga dan kerabat,” kata Alphonsuz.

Fenomena ini menunjukkan perubahan fungsi pusat perbelanjaan yang kini berkembang menjadi ruang publik modern tempat masyarakat berinteraksi, bersantai, dan mencari pengalaman rekreasi.

Alphonsuz menjelaskan kuartal kedua dan ketiga setiap tahun memang dikenal sebagai periode yang relatif lebih lambat bagi industri ritel. Namun, pelaku usaha telah menyiapkan berbagai strategi promosi untuk menjaga daya tarik pusat perbelanjaan.

Sejumlah program diskon, festival belanja, hingga kegiatan komunitas digelar guna mempertahankan tingkat kunjungan masyarakat selama periode tersebut. Dalam waktu dekat, sektor ritel juga diperkirakan mendapat dorongan dari momentum liburan sekolah yang biasanya meningkatkan aktivitas keluarga di pusat perbelanjaan.

Selain itu, berbagai agenda perayaan hari kemerdekaan, festival daerah, dan program promosi akhir tahun diyakini akan membantu menjaga pertumbuhan transaksi ritel.

“Banyak agenda yang sudah disiapkan sepanjang tahun untuk mendorong konsumsi masyarakat dan menjaga aktivitas ekonomi tetap bergerak,” ujarnya. 

APPBI menegaskan sektor ritel akan tetap menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional selama daya beli masyarakat terjaga. Karena itu, berbagai kebijakan dan stimulus yang mampu mendorong konsumsi rumah tangga dinilai penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Ketika masyarakat terus berbelanja dan beraktivitas, roda ekonomi akan tetap bergerak. Yang terpenting adalah menjaga daya beli agar konsumsi tetap tumbuh,” ujar Alphonsuz.

Optimisme tersebut muncul seiring meningkatnya kunjungan ke pusat perbelanjaan selama libur panjang dan prospek sejumlah agenda konsumsi yang akan berlangsung hingga akhir tahun.