Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, kembali menghadirkan langkah inovatif dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran -->

Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, kembali menghadirkan langkah inovatif dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran

Sabtu, 13 Juni 2026

 

Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, kembali menghadirkan langkah inovatif dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran.

 


Melalui sinergi dengan 16 perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Sulteng, Pemerintah Provinsi berhasil menghimpun dana corporate social responsibility (CSR) sebesar Rp 355 miliar yang akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur jalan.

Pendanaan tersebut akan digunakan sepenuhnya untuk membangun dan meningkatkan sejumlah ruas jalan yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat. Inisiatif ini sekaligus menunjukkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam mendukung percepatan pembangunan tanpa menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

 “Di tengah keterbatasan fiskal, kita harus mampu menghadirkan inovasi. Alhamdulillah, perusahaan-perusahaan tambang memiliki semangat yang sama untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah. Ini bukan untuk pemerintah, tetapi untuk masyarakat Sulawesi Tengah,” kata Gubernur Anwar Hafid, Jumat (12/6/2026).

Dari total komitmen dana CSR yang berhasil dihimpun, sebanyak 15 perusahaan tambang akan berpartisipasi dalam pembangunan ruas jalan Towi–Kolonodale sepanjang 13 kilometer. Sementara itu, satu perusahaan lainnya akan bertanggung jawab membiayai pembangunan ruas jalan Buleleng–Matarape.

Menurut Anwar Hafid, keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan terhambatnya pembangunan daerah. Pemerintah, kata dia, harus mampu mencari terobosan dan membangun kemitraan yang produktif dengan berbagai pemangku kepentingan agar program pembangunan tetap berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Bagi kami, ini adalah inovasi di tengah efisiensi. Sulawesi Tengah menyambut baik kesepakatan ini karena tujuannya sama, memberi manfaat kepada rakyat,” ucap Anwar Hafid.

Ia menilai kerja sama yang terjalin antara pemerintah dan perusahaan tambang menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi dapat menjadi solusi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Dengan semangat gotong royong tersebut, pembangunan infrastruktur strategis tetap dapat dilaksanakan meskipun ruang fiskal pemerintah terbatas.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap pola kerja sama serupa dapat terus dikembangkan pada sektor-sektor lainnya. Selain memperkuat kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan daerah, model kolaborasi ini juga diharapkan mampu menghadirkan dampak yang lebih luas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.