Kementerian Ekonomi Kreatif menargetkan gim yang dikembangkan pengembang lokal mampu meningkatkan valuasi pasar gim Indonesia yang secara makro diperkirakan tumbuh 4% -->

Kementerian Ekonomi Kreatif menargetkan gim yang dikembangkan pengembang lokal mampu meningkatkan valuasi pasar gim Indonesia yang secara makro diperkirakan tumbuh 4%

Jumat, 26 Juni 2026

 

Kementerian Ekonomi Kreatif menargetkan gim yang dikembangkan pengembang lokal mampu meningkatkan valuasi pasar gim Indonesia yang secara makro diperkirakan tumbuh 4% secara year on year.

 


Direktur Gim Kementerian Ekonomi Kreatif Luat Sihombing mengatakan, pemerintah berharap nilai yang dihasilkan pengembang lokal, baik dari konsumsi domestik maupun ekspor, dapat meningkat 4% dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kita juga berharap bahwa nilai yang di-generate oleh para developer lokal kita nantinya, baik di domestic consumption maupun ekspor, bisa bertambah 4% dari yang mereka generate di tahun sebelumnya," kata Luat, dilansir dari Antara, Kamis (25/6/2026).

Luat menjelaskan, berdasarkan riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada 2025, valuasi pasar gim di Indonesia mencapai sekitar US$ 2 miliar atau setara Rp 34 triliun.

Indonesia juga memiliki lebih dari 200 juta gamer aktif, menjadikannya salah satu negara dengan basis pemain video game terbesar di dunia. Meski demikian, pangsa pasar (market share) pengembang lokal masih sangat kecil.

Menurut Luat, sekitar 0,17%-0,34% gim dari pengembang lokal independen (indie) ikut bersaing di pasar nasional. Sementara itu, hanya 2,5% dari total nilai pasar gim nasional yang dinikmati pengembang lokal.

Ia menambahkan, gim buatan Indonesia juga belum memberikan kontribusi ekspor yang signifikan karena produk digital belum sepenuhnya tercatat dalam kontribusi keuangan negara.

"Investasi di sektor gim juga belum terlalu besar karena yang paling aktif dalam industri gim sebenarnya adalah investasi pada proyeknya, bukan pada perusahaannya," ujar Luat.

Melalui kerja sama dengan platform monetisasi konten Coda, Kementerian Ekonomi Kreatif berharap dapat meningkatkan nilai ekspor sekaligus mendorong konsumsi domestik.

Infrastruktur yang dihadirkan Coda diharapkan mampu mengembangkan bisnis domestik Indonesia dan menyediakan sarana bagi penyedia konten yang ingin menyasar pasar Indonesia.