Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza melaporkan jumlah
korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza terus bertambah sejak konflik
pecah pada 7 Oktober 2023.
Dalam pembaruan terbaru yang disampaikan Minggu (31/5/2026),
otoritas kesehatan Gaza menyebut jumlah korban meninggal dunia mencapai 72.939
orang, sementara 172.927 lainnya mengalami luka-luka.
Kementerian menyatakan rumah sakit di Gaza menerima satu
jenazah dan delapan korban luka dalam 24 jam terakhir.
Selain itu, sejak gencatan senjata mulai berlaku pada
Oktober tahun lalu, serangan Israel disebut telah menewaskan 930 warga
Palestina dan melukai 2.819 lainnya.
Sementara itu, ketegangan juga meningkat di Lebanon selatan.
Serangan Israel di dekat Rumah Sakit Hiram di Kota Tyre dilaporkan melukai 13
staf rumah sakit.
Mengutip kantor berita nasional Lebanon, serangan tersebut
juga menyebabkan kerusakan serius pada bangunan rumah sakit yang sebelumnya
telah mengalami kerusakan akibat serangan terdahulu.
Kementerian Kesehatan Lebanon memuji keberanian tenaga medis
yang tetap memberikan pelayanan di tengah situasi berbahaya.
“Kementerian Kesehatan mengapresiasi keberanian staf rumah
sakit yang tetap melayani masyarakat meski menghadapi berbagai risiko,”
demikian pernyataan otoritas kesehatan Lebanon.
Pemerintah Lebanon juga kembali meminta komunitas
internasional menghentikan eskalasi serangan Israel yang dinilai mengabaikan
hukum humaniter internasional dan norma global.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
menyatakan telah memerintahkan militer Israel memperluas operasi di Lebanon.
“Saya telah menginstruksikan militer Israel untuk
memperdalam dan memperluas kendali di wilayah yang sebelumnya berada di bawah
penguasaan Hezbollah,” ujar Netanyahu seperti dikutip Reuters.