Kenaikan harga memori RAM secara global mulai memberi dampak serius pada industri smartphone. Salah satu dampak paling nyata datang dari Nothing yang memutuskan membatalkan peluncuran ponsel CMF generasi terbaru tahun ini karena biaya produksi yang melonjak.
Keputusan tersebut dikonfirmasi langsung oleh salah satu pendiri Nothing, Akis Evangelidis. Ia mengungkapkan perusahaan sebenarnya telah mengembangkan penerus CMF Phone 2 Pro.
Namun, harga memori yang terus meningkat membuat perusahaan tidak bisa menghadirkan perangkat yang menawarkan peningkatan signifikan tanpa menaikkan harga secara drastis.
"Kami sebenarnya sedang mengembangkan penerusnya, tetapi dengan harga memori saat ini, kami tidak bisa membuat ponsel yang benar-benar terasa sebagai langkah maju dengan harga yang masih masuk akal untuk CMF. Karena itu, kami memutuskan tidak meluncurkan ponsel CMF baru tahun ini," tulis Akis Evangelidis melalui akun X, dikutip Minggu (21/6/2026).
Keputusan tersebut cukup mengejutkan mengingat CMF Phone 2 Pro sebelumnya meraih predikat budget phone of the year dari kreator teknologi ternama MKBHD. Artinya, Nothing menghentikan sementara lini produk yang sebenarnya cukup sukses di pasar smartphone murah.
Menurut Evangelidis, kenaikan harga RAM telah mengubah struktur biaya produksi smartphone. Bahkan, biaya memori kini disebut lebih mahal dibandingkan gabungan harga prosesor dan layar pada beberapa perangkat kelas menengah ke bawah.
Pembatalan CMF terbaru menjadi contoh pertama ketika lonjakan harga komponen tidak hanya menyebabkan kenaikan harga jual, tetapi juga membatalkan sebuah produk sepenuhnya.