Mengetuk Pintu Langit di Bulan Muharram: Saat Air Mata Yatim di Desa Bunut Berubah Menjadi Senyuman Penuh Berkah -->

Mengetuk Pintu Langit di Bulan Muharram: Saat Air Mata Yatim di Desa Bunut Berubah Menjadi Senyuman Penuh Berkah

Jumat, 26 Juni 2026


DRadioQu.com, PESAWARAN — Bulan Muharram bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah. Ia adalah momentum pembuka gerbang rahmat, waktu di mana jemari kita diajak untuk lebih lembut mengusap kepala anak-anak yang telah kehilangan sandaran hidupnya. Semangat inilah yang menghidupkan suasana di Aula Kantor Desa Bunut pada Jum'at (26/06/2026).

Menyambut fajar Muharram 1448 Hijriah, Pemerintah Desa Bunut bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) merajut kepedulian nyata dengan menggelar santunan bagi 20 anak yatim piatu. Acara yang berlangsung khidmat ini seolah menjadi bukti bahwa di tengah riuhnya dunia, anak-anak kekasih Rasulullah SAW ini tidak pernah berjalan sendirian.

Kehangatan begitu terasa karena sinergi yang utuh. Mulai dari Kepala Desa, Ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa), Ketua PHBI, hingga Pendamping Lokal Desa (PLD), Danu Iswandi, hadir melingkar bersama. Kehadiran para tokoh ini bukan sekadar formalitas pejabat, melainkan bentuk hadirnya sosok "orang tua" yang siap mendekap dan menjaga masa depan mereka.

Dalam sambutannya yang menggetarkan hati, Ketua PHBI Desa Bunut, Ust. Marzuk, mengingatkan kembali esensi memuliakan anak yatim di bulan mulia ini.
"Mereka adalah titipan langit untuk kita. Di momen Tahun Baru Islam yang penuh berkah ini, kami ingin memastikan bahwa beban di pundak kecil mereka sedikit teringan. Kami ingin melihat kebahagiaan sejati terpancar dari wajah adik-adik kita," tuturnya dengan nada penuh haru.

Senada dengan itu, Kepala Desa Bunut, Bayu Fiska Mahendra, menegaskan bahwa membangun desa tidak melulu soal fisik dan infrastruktur, melainkan tentang membangun jiwa dan rasa kemanusiaan.
"Momentum Muharram ini adalah cermin bagi kita semua. Kami ingin mencetak generasi Desa Bunut yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mengetuk langit melalui jiwa sosial dan keimanan yang tinggi. Kepedulian ini adalah fondasi keberkahan desa kita," ungkap Bayu penuh penegasan.

Suasana haru memuncak saat penyerahan santunan dilakukan secara simbolis. Tatapan mata yang polos, senyum malu-malu, dan binar bahagia dari 20 anak yatim piatu itu seolah meruntuhkan sekat-sekat ego manusia yang hadir di ruangan.

Acara ditutup dengan doa bersama, menyisipkan harapan besar agar kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremonial belaka, melainkan menjelma menjadi agenda rutin tahunan. Sebuah ikhtiar abadi untuk terus memupuk semangat gotong royong, menjaga kebersamaan, dan mengundang keberkahan Allah SWT di atas tanah Desa Bunut. (Brm)