Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menerima dan langsung menindaklanjuti sejumlah aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan elemen mahasiswa -->

Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menerima dan langsung menindaklanjuti sejumlah aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan elemen mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026

 

Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menerima dan langsung menindaklanjuti sejumlah aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan elemen mahasiswa dalam audiensi yang berlangsung di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat.

 


​Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan bahwa pihaknya telah berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik bersama para mahasiswa yang berasal dari HMI MPO, Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, Universitas Esa Unggul, dan beberapa kampus lainnya.

​"Aspirasi ini disampaikan kepada DPR dalam rangka menjalankan tugas pengawasan kami untuk kemudian diteruskan kepada pihak pemerintah," kata Dasco usai ditemui di Jakarta, Jumat.

​Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa merinci sejumlah poin tuntutan mahasiswa yang langsung direspons oleh pimpinan dewan dengan menghubungi pihak eksekutif terkait secara langsung di hadapan perwakilan mahasiswa.

​Terkait tuntutan stabilitas ekonomi, khususnya masalah kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan dinamika harga Pertamax, Saan menyebut DPR telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

​"Menteri ESDM berkomunikasi langsung dan berjanji akan secepatnya menyelesaikan kelangkaan BBM bersubsidi. Terkait skema penurunan harga (Pertamax) seiring perbaikan global juga akan diselesaikan dalam waktu cepat," ujar Saan.

​Isu lain yang mengemuka dalam dialog tersebut adalah evaluasi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

​"Dari hasil evaluasi dan penyisiran ke depan, ada penghematan sekitar Rp70 triliun dari proses-proses program MBG yang dinilai tidak efisien," tambah Saan

​Tak lama dari Dasco dan Saan turun dari mobil komando aksi massa, sejumlah mahasiswa akhirnya membubarkan diri.