Sedikitnya sembilan warga Palestina tewas dan 20 lainnya terluka akibat dua serangan udara Israel di Jalur Gaza -->

Sedikitnya sembilan warga Palestina tewas dan 20 lainnya terluka akibat dua serangan udara Israel di Jalur Gaza

Senin, 08 Juni 2026

 

Sedikitnya sembilan warga Palestina tewas dan 20 lainnya terluka akibat dua serangan udara Israel di Jalur Gaza, Minggu (7/6/2026). Insiden itu terjadi di tengah dimulainya kembali upaya mediasi untuk menyelamatkan kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.

 


Menurut otoritas kesehatan setempat, serangan pertama menyasar sebuah pos polisi yang dikelola Hamas di dekat kawasan tenda pengungsian di Khan Younis, Gaza selatan. Serangan tersebut menewaskan lima orang dan melukai 16 lainnya.

Petugas medis belum merinci jumlah korban yang merupakan anggota kepolisian. Dalam beberapa bulan terakhir, militer Israel meningkatkan serangan terhadap markas dan personel kepolisian di Gaza. Pejabat keamanan Hamas menyebut puluhan anggota kepolisian telah tewas akibat serangan tersebut.

Beberapa jam kemudian, serangan udara Israel lainnya menghantam sebuah kendaraan yang melintas di pusat Kota Gaza. Serangan itu menewaskan empat orang dan melukai empat lainnya. Hingga kini, militer Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait kedua insiden tersebut.

Pertempuran berskala besar di Gaza memang telah mereda sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober tahun lalu setelah perang yang berlangsung selama dua tahun.

Namun, belum ada kesepakatan baru untuk melanjutkan rencana yang didukung Amerika Serikat terkait penarikan pasukan Israel, pelucutan senjata Hamas, dan rekonstruksi Gaza.

Saat ini, pasukan Israel masih menguasai lebih dari separuh wilayah Gaza. Sebagian besar bangunan di kawasan tersebut telah hancur, sementara hampir seluruh populasi yang berjumlah sekitar dua juta jiwa kini tinggal di wilayah pesisir yang sempit, sebagian besar di tenda darurat atau bangunan yang rusak.

Keberadaan sekitar 10.000 personel kepolisian Hamas menjadi salah satu isu utama dalam perundingan. Hamas menginginkan mereka masuk dalam struktur kepolisian baru Gaza, sedangkan Israel menolak keterlibatan personel yang memiliki afiliasi dengan kelompok tersebut.

Sementara itu, Mesir kembali menjadi tuan rumah perundingan gencatan senjata yang melibatkan pimpinan Hamas dan sejumlah faksi Palestina lainnya. Sumber yang dekat dengan proses negosiasi menyebut pembicaraan diperkirakan berlangsung selama beberapa hari.

Israel dan Hamas saling menuduh melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata. Sejak kesepakatan tersebut diberlakukan, serangan Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 950 warga Palestina, sedangkan serangan kelompok bersenjata Palestina menewaskan empat tentara Israel.

Kesepakatan yang dicapai tahun lalu juga membentuk Dewan Perdamaian yang dipimpin Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengawasi pelaksanaan gencatan senjata secara bertahap. Kesepakatan tersebut telah mendapat pengesahan dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Meski demikian, sejumlah isu utama seperti pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel, dan pembentukan pemerintahan Gaza masih ditunda pembahasannya ke tahap berikutnya.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengatakan kelompoknya terbuka terhadap berbagai gagasan yang dapat mengakhiri serangan Israel di Gaza dan membantu tercapainya kesepakatan pada tahap kedua rencana perdamaian yang diusulkan Amerika Serikat.

Namun, ia menilai Dewan Perdamaian harus bersikap lebih netral dan tidak memihak Israel.

Menurut otoritas kesehatan Gaza, hampir 73.000 orang telah tewas sejak perang dimulai, dengan mayoritas korban merupakan warga sipil.

Perang pecah setelah kelompok bersenjata yang dipimpin Hamas melancarkan serangan lintas perbatasan ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang serta menyandera 251 warga Israel dan warga negara asing.