Sejumlah pasien di RSUD Liung Paduli, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara masih bertahan di luar ruangan perawatan hingga Sabtu (27/6/2026) dini hari Wita, untuk mengantisipasi gempa susulan setelah guncangan magnitudo 6,8.
Demi menjamin keselamatan, manajemen rumah sakit memutuskan seluruh pasien yang telah dievakuasi tetap berada di titik lokasi kumpul dan halaman rumah sakit sambil menunggu hasil pemeriksaan kondisi bangunan serta perkembangan situasi.
Direktur RSUD Liung Paduli dr Samuel Pontoh bersama para tenaga kesehatan bergerak cepat mengevakuasi pasien dari ruang perawatan menuju area terbuka saat gempa terjadi. Prioritas diberikan kepada pasien lanjut usia, pasien berkondisi khusus, serta pasien yang bergantung pada alat bantu medis.
Pasien bersama keluarga dan tenaga kesehatan memilih tetap bertahan di luar ruangan hingga tengah malam, sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan. Tenda darurat dan fasilitas sementara juga disiapkan agar pelayanan medis tetap berlangsung.
Samuel Pontoh mengatakan keputusan mempertahankan pasien di luar gedung diambil demi menjamin keselamatan seluruh penghuni rumah sakit.
“Keselamatan pasien adalah prioritas utama. Walaupun kondisi mulai terkendali, kami memutuskan pasien tetap berada di titik kumpul hingga dini hari sambil menunggu evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan dan memastikan situasi benar-benar aman untuk kembali ke dalam ruangan,” ujar Samuel Pontoh.
Samuel menambahkan seluruh tenaga kesehatan tetap siaga memberikan pelayanan selama proses evakuasi berlangsung.
“Kami memastikan kebutuhan medis pasien tetap terpenuhi meskipun pelayanan dilakukan di area luar ruangan. Seluruh tim bekerja agar pasien tetap nyaman dan aman selama masa siaga ini,” tambahnya.
Hingga Sabtu dini hari, petugas rumah sakit terus melakukan pemantauan. Keluarga pasien juga diminta tetap tenang dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
Sebelumnya, gempa magnitudo 6,8 mengguncang wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jumat (26/6/2026) pukul 18.34 WIB atau 19.34 Wita.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut, sekitar 196 kilometer arah barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe.
BMKG mencatat gempa terjadi pada koordinat 5,33 derajat lintang utara dan 125,08 derajat bujur rimur dengan kedalaman 10 kilometer.