Suzuki kembali membuat gebrakan di pasar otomotif Australia
dengan meluncurkan varian paling premium dan mahal dari jajaran SUV legendaris
mereka. Dinamakan Suzuki Jimny XL Rhino Edition, mobil ikonik dengan kemampuan
penggerak empat roda (4WD) ini diproduksi dalam jumlah yang sangat terbatas
serta membawa sederet peningkatan tampilan yang eksklusif.
Menggunakan basis dari Jimny XL versi lima pintu, edisi
spesial "Badak" ini dipasarkan dengan harga yang cukup fantastis.
Untuk varian transmisi manual, Suzuki membanderolnya seharga AU$ 44.990
(sekitar Rp 488 jutaan), sedangkan untuk varian otomatis dihargai AU$ 47.490
(sekitar Rp 5 15 jutaan) sebelum biaya di jalanan (on-road costs). Lompatan
harga ini diperkirakan akan membuat total pengeluaran konsumen menembus angka
AU$ 50.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah Jimny.
Jika dibandingkan dengan masa awal peluncurannya, nilai jual
mobil ini memang meroket tajam. Harga Jimny XL Rhino otomatis ini hampir
menyentuh dua kali lipat dari harga peluncuran awal Jimny tiga pintu versi
manual pada tahun 2019 silam.
“Namun, pihak Suzuki Australia menegaskan bahwa selisih
harga AU$ 10.000 yang lebih mahal dari versi standar ini sangat sepadan dengan
tumpukan aksesori resmi serta kosmetik langka yang didapatkan pembeli,” tulis
Drive, Rabu (17/6/2026).
Dari sisi eksterior, Jimny XL Rhino langsung menarik
perhatian berkat balutan warna Kinetic Yellow (kuning menyala) yang biasanya
hanya tersedia eksklusif untuk versi tiga pintu. Penampilan mencolok tersebut
dipadukan dengan atap kontras berwarna Pearl Black, pelek paduan logam (alloy)
15 inci dengan desain unik, serta emblem dan stiker dekoratif (decals) bertema
Rhino yang terpasang khusus di bodi mobil.
Kesan retro yang tangguh semakin diperkuat dengan
dipasangnya gril depan berdesain warisan klasik bertuliskan "SUZUKI"
serta tambahan pelindung bumper depan (front garnish) dan rok samping berwarna
perak satin (satin silver). Tidak ketinggalan, Suzuki juga menyertakan penahan
lumpur (mudflaps) resmi di bagian roda depan dan belakang untuk menegaskan aura
petualangannya.
Masuk ke bagian interior, nuansa kemewahan dan detail
eksklusif langsung terasa. Pembeli akan disuguhi kisi-kisi AC yang dikelilingi
warna perak satin, pegangan pintu serta dasbor berlapis kulit hitam dengan
jahitan kontras warna kuning. Di bagian pegangan tersebut, terdapat pula logo
badak (Rhino) yang diukir menggunakan teknologi laser. Suasana kabin pun dibuat
semakin estetik berkat lampu iluminasi ruang kaki yang memiliki opsi delapan
warna.
Kenyamanan berkendara di dalam kabin juga ditunjang oleh
pemutakhiran sistem audio menggunakan pengeras suara (speaker) dari Pioneer.
Untuk melengkapi dekorasi interior, Suzuki menyertakan karpet lantai berbahan
karet dengan merek Jimny, lampu proyeksi di bawah pintu (puddle light) yang
menyala saat pintu dibuka, serta kenop transmisi retro khusus untuk versi
manual atau bingkai perak untuk versi otomatis.
Hal unik lainnya dari pembelian mobil ini adalah adanya
paket serah terima (Delivery Pack) eksklusif yang tidak bisa dibeli secara
terpisah di katalog biasa. Paket merchandise bermerek Rhino tersebut berisi
kotak kunci logam, gantungan kunci, topi model bucket, lentera portabel, botol
minum, selimut, termos tumbler, kotak pendingin (cooler box), hingga speaker
Bluetooth portabel. Uniknya, Suzuki bahkan menyelipkan satu kotak cokelat
praline premium dari merek Koko Black di dalamnya.
Distribusi resmi untuk unit Suzuki Jimny XL Rhino Edition
ini dijadwalkan akan dimulai secara bertahap pada 1 Juli 2026 mendatang di hampir seluruh wilayah
Australia. Meski belum merilis angka pasti mengenai kuota produksinya, Suzuki
mengonfirmasi bahwa ketertarikan pasar terhadap edisi Rhino ini sudah melampaui
ekspektasi awal perusahaan dan diprediksi akan menjadi buruan utama para
kolektor mobil maupun pembeli pertama.