Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menilai kreativitas, keberanian mengambil risiko -->

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menilai kreativitas, keberanian mengambil risiko

Jumat, 05 Juni 2026

 

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menilai kreativitas, keberanian mengambil risiko, serta kepercayaan (trust) merupakan modal utama yang harus dimiliki generasi muda untuk menghadapi tantangan ekonomi global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

 


Dalam Amartha Asia Grassroots Forum di Jakarta, Kamis (4/6/2026), Jusuf Kalla mengatakan lanskap ekonomi dunia saat ini mengalami perubahan dengan semakin besarnya peran negara dalam aktivitas ekonomi.

Meski demikian, pertumbuhan ekonomi tetap sangat bergantung pada kemampuan sektor swasta dan masyarakat dalam menciptakan investasi serta lapangan kerja.

“Sekarang ekonomi di Indonesia dan di dunia ini menjadi ekonomi yang lebih banyak melibatkan peran negara. Orang menyarankan bahwa peran pemerintah lebih besar dibanding sebelumnya,” kata Jusuf Kalla dilansir dari Antara.

Menurut Jusuf Kalla, pemerintah dan pelaku usaha harus berjalan beriringan untuk menjaga keseimbangan pembangunan ekonomi. Pemerintah berperan menciptakan kebijakan yang mendukung iklim usaha, sedangkan sektor swasta menjadi motor utama kegiatan ekonomi produktif.

“Pemerintah hanya memberikan pekerjaan kepada sekitar 4 juta orang. Yang memberikan lapangan kerja kepada hampir seluruh masyarakat justru para pengusaha yang membuat kegiatan ekonomi dan investasi,” ujarnya.

Jusuf Kalla menilai penguatan kewirausahaan perlu terus didorong, termasuk melalui pemanfaatan berbagai fasilitas pembiayaan yang telah disediakan pemerintah, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). Namun, menurut dia, modal terpenting dalam membangun usaha bukanlah uang, melainkan kemampuan melahirkan ide dan inovasi.

“Kalau ingin berusaha, modal yang pertama adalah inovasi, kreativitas, dan ide. Itu yang nomor satu. Yang kedua baru modal,” katanya.

Ia juga mendorong generasi muda memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan peluang usaha baru.

Menurut Jusuf Kalla, penguasaan teknologi menjadi salah satu faktor penting agar Indonesia tidak hanya bergantung pada sumber daya alam sebagai penggerak ekonomi.

“Jangan hanya tergantung kepada sumber daya alam. Bagaimana kita membangun kemampuan teknologi sendiri. Dengan kemauan dan keberanian, itu bisa dilakukan,” ujarnya.Selain kreativitas dan inovasi, Jusuf Kalla menekankan pentingnya menjaga kepercayaan dalam menjalankan usaha. Menurut dia, kepercayaan merupakan fondasi utama bagi pelaku usaha untuk memperoleh dukungan dari masyarakat, mitra bisnis, maupun lembaga keuangan.

“Seorang pengusaha modalnya adalah kepercayaan. Begitu Anda tidak punya kepercayaan, orang tidak akan percaya kepada Anda,” kata Jusuf Kalla.

Ia menambahkan, kombinasi kreativitas, penguasaan teknologi, keberanian mengambil risiko, dan integritas akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing generasi muda.

Dengan modal tersebut, generasi muda diharapkan mampu menciptakan lebih banyak peluang usaha, memperluas lapangan kerja, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.