Asosiasi anggota UEFA secara sepakat menyuarakan aksi pemboikotan terhadap Piala Dunia dan seluruh kompetisi resmi FIFA -->

Asosiasi anggota UEFA secara sepakat menyuarakan aksi pemboikotan terhadap Piala Dunia dan seluruh kompetisi resmi FIFA

Jumat, 31 Juli 2026

 Asosiasi anggota UEFA secara sepakat menyuarakan aksi pemboikotan terhadap Piala Dunia dan seluruh kompetisi resmi FIFA. Langkah drastis ini diambil sebagai bentuk protes keras atas rencana FIFA yang berniat menjual sebagian saham anak perusahaannya kepada investor swasta eksternal, yang nantinya akan mengelola turnamen-turnamen skala global tersebut.



Gelombang protes ini dipicu oleh pengumuman mengejutkan dari badan pengatur sepak bola dunia tersebut. FIFA menyatakan rencananya untuk membentuk anak perusahaan bernilai 20 miliar dolar AS guna mengoperasikan Piala Dunia serta ajang bergengsi lainnya, sembari membuka peluang bagi investor luar untuk memiliki hingga 20%  saham di dalamnya. Sikap UEFA terhadap kebijakan baru ini terbilang sangat keras dan tanpa kompromi. 


 “Tidak ada tim nasional UEFA yang akan berpartisipasi dalam kompetisi FIFA mana pun selama proposal ini masih berlaku, kecuali jika proposal ini telah dibatalkan secara keseluruhan dan jaminan yang mengikat telah diberikan bahwa FIFA tidak akan pernah lagi membuka tata kelola atau kompetisinya untuk kepemilikan swasta,” tulis keterangan resmi UEFA dikutip Reuters, Kamis (30/7/2026). 


UEFA menekankan bahwa turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut memiliki nilai sejarah yang tidak bisa diukur dengan uang semata. Menurut mereka Piala Dunia tidak boleh diperlakukan sebagai produk investasi. 


"Ini adalah salah satu warisan olahraga terbesar dalam sepak bola yang telah dibangun selama bergenerasi-generasi oleh para pemain, tim nasional, dan pendukung di setiap benua," tambah UEFA dalam pernyataan resminya.


Penolakan terhadap masuknya modal asing ke dalam struktur kompetisi tertinggi ini disuarakan dengan sangat emosional. Pihak UEFA menambahkan tidak ada bagian darinya yang boleh diserahkan kepada investor swasta. Bagi mereka Piala Dunia tidak untuk dijual.


Langkah berani UEFA ini langsung mendapat dukungan penuh dari berbagai federasi sepak bola negara anggota, salah satunya adalah Federasi Sepak Bola Inggris (FA). Seorang juru bicara FA dengan tegas menyatakan dukungannya terhadap keputusan tersebut dan mengatakan bahwa organisasinya "berdiri bahu-membahu dengan rekan-rekan kami di Eropa."


Kritik terhadap FIFA nyatanya tidak hanya datang dari Eropa. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) serta CONCACAF (Amerika Utara, Tengah, dan Karibia) sebelumnya juga telah melayangkan kecaman keras, di mana mereka menyatakan bahwa mereka tidak diajak berkonsultasi dalam proses pengambilan keputusan tersebut.


Aksi pemboikotan ini membayangi sejumlah agenda besar FIFA dalam waktu dekat. Jika kebuntuan ini tidak segera menemukan titik terang, ajang-ajang internasional seperti Piala Dunia Wanita yang dijadwalkan berlangsung di Brasil tahun depan, hingga gelaran perdana Piala Dunia U-15 di Azerbaijan pada Oktober 2026 mendatang terancam kehilangan panggung utamanya.


Keputusan sepihak FIFA mengenai komersialisasi ini dinilai memicu ketegangan terbesar dalam tatanan sepak bola modern. Banyak pihak menyayangkan minimnya dialog transparan antara FIFA dan konfederasi-konfederasi benua sebelum rencana besar ini digulirkan ke publik.