Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) resmi menunjuk Roberto
Mancini sebagai pelatih timnas Italia. Pelatih berusia 61 tahun itu kembali
memimpin Azzurri menggantikan Gennaro Gattuso, yang mengakhiri masa jabatannya
setelah Italia kembali gagal lolos ke putaran final Piala Dunia.
Bersamaan dengan penunjukan Mancini, FIGC juga mengangkat
Claudio Ranieri sebagai direktur teknis untuk membantu membangun kembali
kekuatan sepak bola Italia.
Ini menjadi periode kedua Mancini sebagai pelatih timnas
Italia. Pada periode pertamanya, ia sukses membawa Gli Azzurri menjuarai Euro
2020 yang digelar pada 2021 akibat pandemi setelah mengalahkan Inggris melalui
adu penalti pada partai final.
Namun, Mancini secara mengejutkan mengundurkan diri dari
jabatannya pada Agustus 2023 sebelum akhirnya kini kembali dipercaya memimpin
timnas.
Kembalinya mantan pelatih Manchester City itu diharapkan
mampu mengembalikan prestasi Italia setelah serangkaian hasil mengecewakan di
level internasional.
Laporan menyebutkan Mancini bukan kandidat utama dalam
proses pencarian pelatih baru timnas Italia. FIGC sempat mendekati Pep
Guardiola dan Carlo Ancelotti, tetapi keduanya menolak tawaran tersebut.
Sementara itu, nama Andrea Pirlo juga sempat masuk dalam
daftar kandidat sebelum akhirnya tidak dipilih.
Claudio Ranieri Jadi Direktur Teknis
Selain menunjuk Mancini, FIGC memperkuat struktur organisasi
dengan mengangkat Claudio Ranieri sebagai direktur teknis.
Ranieri dikenal luas berkat keberhasilannya membawa
Leicester City menjuarai Liga Inggris musim 2015/2016, salah satu kisah paling
mengejutkan dalam sejarah sepak bola modern.
Kehadiran Ranieri diharapkan dapat mendukung pembangunan
jangka panjang timnas Italia, mulai dari pembinaan pemain hingga pengembangan
filosofi permainan. Presiden FIGC menegaskan Italia membutuhkan sosok pemimpin
yang berpengalaman untuk membawa tim kembali bersaing di level tertinggi.
"Saya yakin sosok terbaik untuk menjadi pelatih kepala
adalah Roberto Mancini," ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran pelatih kepala dan direktur teknis
yang memiliki visi sejalan akan menjadi fondasi penting bagi kebangkitan Timnas
Italia.
Penunjukan Mancini dan Ranieri dilakukan di tengah perubahan
besar di tubuh federasi, menyusul mundurnya Paolo Maldini dan Leonardo Araujo
dari jajaran manajemen FIGC. Dengan kepemimpinan baru ini, Italia berharap
mampu kembali menjadi kekuatan utama sepak bola Eropa dan dunia.