FIFA memutuskan membatalkan rencana perubahan aturan adu
penalti di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026. Badan sepak bola dunia itu,
memilih mempertahankan mekanisme yang berlaku saat ini setelah berdiskusi
dengan International Football Association Board (IFAB).
Keputusan tersebut diambil ketika turnamen memasuki fase
gugur. Babak 32 besar telah dimulai dengan Kanada menjadi tim pertama yang
lolos ke babak 16 besar usai mengalahkan Afrika Selatan, disusul Brasil yang
menyingkirkan Jepang dengan kemenangan 2-1
Sebelumnya, FIFA sempat mengusulkan perubahan mekanisme
undian sebelum adu penalti. Dalam proposal tersebut, hanya akan dilakukan satu
kali lemparan koin antara kedua kapten tim.
Pemenang undian diberi hak memilih apakah menjadi penendang
pertama atau menentukan sisi gawang untuk adu penalti. Tim yang kalah kemudian
memperoleh hak memilih opsi yang tersisa.
Usulan tersebut diajukan untuk menghilangkan keuntungan
ganda yang selama ini dapat diperoleh pemenang dua kali undian koin sebelum adu
penalti berlangsung.
Namun, menurut laporan The Athletic, pembahasan bersama IFAB
berakhir tanpa perubahan aturan. FIFA dan IFAB memutuskan tetap menggunakan
prosedur yang berlaku saat ini, Selasa (30/6/2026).
Artinya, apabila pertandingan Piala Dunia 2026 harus
ditentukan melalui adu penalti, akan tetap dilakukan dua kali lemparan koin.
Undian pertama menentukan tim yang berhak mengambil
tendangan pertama. Sementara undian kedua menentukan sisi gawang yang akan
digunakan untuk adu penalti.
IFAB sebenarnya terbuka untuk menguji sistem satu kali
lemparan koin pada kompetisi lain di masa depan. Namun, perubahan tersebut
belum akan diterapkan pada fase gugur Piala Dunia.
Sistem dua kali undian sebelumnya sempat menjadi sorotan
dalam sejumlah laga besar. Salah satunya terjadi pada final Liga Champions
ketika Arsenal kalah dalam kedua undian melawan Paris Saint-Germain.
Contoh lainnya terjadi pada final Piala Dunia 2022. Saat
itu, Lionel Messi dan Argentina mendapatkan keuntungan posisi adu penalti di
depan pendukung mereka di Stadion Lusail, Qatar.
Meski kapten Prancis Hugo Lloris memenangkan salah satu
undian, Argentina akhirnya keluar sebagai juara dunia setelah Gonzalo Montiel
sukses mengeksekusi penalti penentu kemenangan.
Dengan keputusan tersebut, seluruh pertandingan Piala Dunia
2026 yang berlanjut hingga adu penalti tetap menggunakan prosedur dua kali
lemparan koin sebagaimana aturan yang berlaku saat ini.