Pelatih ganda putra Indonesia Antonius Budi Ariantho menilai keberhasilan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjuarai Japan Open 2026 -->

Pelatih ganda putra Indonesia Antonius Budi Ariantho menilai keberhasilan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjuarai Japan Open 2026

Selasa, 21 Juli 2026


Pelatih ganda putra Indonesia Antonius Budi Ariantho menilai keberhasilan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjuarai Japan Open 2026 tidak terlepas dari kemampuan mereka menguasai permainan depan dan meminimalkan kesalahan sendiri.

 


Fajar/Fikri memastikan gelar juara di Tokyo, Jepang, Minggu (19/7/2026), setelah menundukkan pasangan unggulan pertama sekaligus ganda putra nomor satu dunia pada pertandingan final.

Antonius mengaku puas karena anak asuhnya mampu menjalankan strategi yang telah disiapkan sejak awal pertandingan. Fajar dan Fikri secara bergantian mengambil kendali di depan net sehingga lawan kesulitan mengembangkan permainan.

“Saya cukup puas dan sangat senang Fajar/Fikri bisa menjadi juara Japan Open. Tidak mudah karena mereka menghadapi unggulan pertama sekaligus pasangan nomor satu dunia pada final,” ujar Antonius.

Menurutnya, Fajar/Fikri tampil sangat baik dan jarang melakukan kesalahan sendiri. Kondisi tersebut membuat keduanya mampu menjaga tekanan sekaligus mencegah lawan mengambil alih kendali pertandingan.

“Saya berpesan sejak awal agar mereka berani mengadu permainan depan dan tidak banyak melakukan unforced error. Hal itu bisa mereka jalankan dengan baik,” katanya.

Antonius menilai kerja sama Fajar dan Fikri dalam menguasai area depan menjadi salah satu faktor penting dalam pertandingan. Keduanya bergantian menekan dan tidak memberikan kesempatan kepada lawan untuk mengendalikan tempo.

Meski berhasil meraih gelar, Antonius meminta Fajar/Fikri tidak larut dalam euforia. Mereka masih harus mempersiapkan diri menghadapi China Open 2026 yang memiliki tingkat persaingan lebih tinggi.

China Open merupakan turnamen BWF World Tour Super 1000. Walaupun daftar lawan yang dihadapi tidak akan jauh berbeda, level turnamen tersebut menuntut konsentrasi dan konsistensi lebih tinggi.

 “Masih ada China Open setelah ini. Saya berharap mereka tetap fokus dan tidak kehilangan konsentrasi. Lawannya mungkin tidak jauh berbeda, tetapi level turnamennya lebih tinggi, yakni Super 1000,” tutur Antonius.

Ia berharap keberhasilan pada Japan Open menjadi tambahan kepercayaan diri bagi Fajar/Fikri untuk menghadapi turnamen berikutnya. Gelar tersebut juga menjadi modal penting untuk menjaga konsistensi mereka di persaingan elite ganda putra dunia. “Semoga gelar ini membuat mereka semakin percaya diri,” ucapnya.