Pemerintah Iran menegaskan tidak akan membiarkan Amerika Serikat (AS) menentukan kapan perang maupun perdamaian berlangsung. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meredanya eskalasi militer antara kedua negara dalam beberapa hari terakhir.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan Iran tetap berpegang pada kepentingan nasionalnya dan tidak akan menyerahkan kendali atas keputusan strategis kepada pihak lain.
Iran: Perundingan dengan AS Terjadi jika Washington Ubah Sikap
"Kami tidak akan membiarkan Amerika Serikat menentukan waktu perang dan perdamaian," kata Esmaeil Baqaei dalam konferensi pers mingguan, Senin (27/7/2026), seperti dikutip kantor berita semiresmi Mehr.
Baqaei juga menyebut Amerika Serikat kini menghadapi konsekuensi dari kebijakan yang diambilnya sendiri. "Amerika Serikat terjebak dalam rawa buatan yang diciptakannya sendiri," ujarnya.
Serangan Mereda
Sebelumnya, Juru Bicara Militer Iran Amir Mohammad Akraminia menyatakan Amerika Serikat telah menghentikan serangan terhadap Iran selama 2 malam berturut-turut. Seiring dengan itu, Iran juga menghentikan operasi balasannya.
Pada sisi lain, laporan Axios menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memerintahkan militer AS untuk tidak melancarkan serangan baru terhadap Iran. Keputusan tersebut mengakhiri rangkaian serangan harian yang berlangsung hampir dua pekan.
Meski serangan telah mereda, hubungan Amerika Serikat dan Iran masih diwarnai ketegangan. Dalam beberapa pekan terakhir, Washington melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran. Sebagai respons, Teheran menargetkan fasilitas dan peralatan militer Amerika Serikat di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa meskipun jalur diplomasi mulai kembali dibuka, hubungan kedua negara masih berada dalam fase yang rentan terhadap eskalasi baru.