Pengakuan tersebut disampaikan saat Denny Sumargo menanyakan
maksud permintaan maaf yang sebelumnya diunggah Sarwendah.
"Sebenarnya waktu itu permintaan maaf yang kamu bikin
itu arahnya ke mana?" tanya Denny Sumargo, Kamis (29/7/2026).
Menjawab pertanyaan tersebut, Sarwendah menegaskan
permintaan maafnya ditujukan kepada masyarakat karena merasa telah memberikan
contoh yang kurang baik.
Sarwendah mengakui ucapannya tidak pantas disampaikan di
ruang publik. Karena itu, ia memilih untuk lebih banyak diam dan melakukan
introspeksi.
"Aku tahu kalau misalnya omongan aku tidak pantas di
ranah publik, jadi aku meminta maaf telah mencontohkan segala sesuatu yang
tidak baik. Makanya aku lebih memilih diam," bebernya.
Sarwendah Pilih Introspeksi Diri
Sarwendah mengaku, menyimpan banyak hal yang tidak
diungkapkan kepada publik. Menurutnya, jika berada di posisi Ruben Onsu, ia
juga akan merasa tidak nyaman.
"Kalau aku ada di posisi itu tentu ada perasaan tidak
nyaman. Beberapa bulan ini aku lebih memilih berdiam diri supaya lebih
mengoreksi diri sendiri. Satu, aku enggak mau bikin huru-hara, kedua aku tidak
mau melibatkan banyak orang," bebernya.
Ia juga meminta masyarakat memberikan kritik secara bijak
apabila dirinya melakukan kesalahan.
"Kalian boleh mengajarkan aku apabila aku salah, tetapi
tidak untuk menghina atau memfitnah. Aku tahu aku salah. Aku juga tahu kalau
aku mau memperbaiki ini, tetapi aku yang melakukan ini. Jadi, aku enggak mau
melibatkan banyak orang di dalam ini," ucapnya sambil menangis.
Sarwendah mengungkapkan salah satu alasan memilih diam
adalah demi menjaga kondisi psikologis anak-anaknya.
"Makanya aku lebih memilih diam karena aku memiliki
anak," lanjutnya.
Sarwendah Khawatir Anak Jadi Korban Perundungan
Sarwendah mengaku sangat khawatir ketika polemik yang
melibatkan dirinya dan Ruben Onsu diketahui oleh kedua putrinya.
Sebagai ibu, ia mengaku tidak mudah menghadapi situasi
tersebut, terlebih ketika pemberitaan di media dan media sosial semakin meluas.
"Aku sebagai single fighter tidak gampang sebenarnya
kalau menanggapi anak-anak. Ketika berita ini ter-blow up, aku sangat takut
anak-anak tahu mengenai berita-berita di luar sana," ujarnya.
Sarwendah mengatakan putri sulungnya, Thalia, mengetahui
polemik tersebut bukan dari dirinya. Ia juga mengklaim anak-anaknya menjadi
sasaran perundungan.
"Aku kaget karena Cici (Thalia) tahu bukan dari aku.
Mereka kena bully," katanya.
Ia membantah berbagai tudingan yang beredar di media sosial
mengenai anak-anaknya.
"Aku mau klarifikasi di sini bahwa anak-anak aku adalah
anak yang baik, sopan, dan berprestasi. Tidak ada satu pun kalimat dari mereka
yang di luar sana bilang bahwa Nia ngomongin orang pencitraan, dan itu tidak
benar sama sekali. Anak saya di-bully, media sosial sekolahnya juga
di-bully," ungkapnya sambil menangis.
Sarwendah mengaku sangat terpukul melihat anak-anaknya ikut
menerima dampak dari polemik tersebut.
"Saya sebagai ibu benar-benar sakit hati, sedih sekali
karena anak saya tidak melakukan hal itu. Namun, dia dihujat sama orang-orang
yang tidak tahu melakukan hal seperti itu," tutupnya sambil mengusap air
mata.