Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan membahas
berbagai isu strategis dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam
pertemuan mereka pekan depan, termasuk perkembangan situasi di Iran.
Dalam pernyataannya pada pembukaan rapat kabinet mingguan,
Minggu (26/7/2026), Netanyahu menyebut pembicaraan dengan Trump akan mencakup
seluruh isu penting yang sedang menjadi perhatian kedua negara.
"Kami akan membahas semua isu yang saat ini menjadi
agenda, termasuk situasi di Iran," ujar Netanyahu, dikutip dari Times of
Israel.
Selain bertemu Trump, Netanyahu mengatakan dirinya juga akan
menghadiri pemakaman Senator Amerika Serikat Lindsey Graham. Ia menyebut Graham
sebagai salah satu sahabat terbesar Israel.
"Lindsey Graham adalah salah satu sahabat terbesar
Israel sejak negara ini didirikan. Sudah sepantasnya kami memberikan
penghormatan terakhir kepadanya," katanya.
Netanyahu juga mengungkapkan telah berbicara melalui telepon
dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Sabtu (25/7/2026) malam.
Menurutnya, Rubio menegaskan pemerintah Amerika Serikat akan mengambil langkah
terhadap Mahkamah Pidana Internasional atau International Criminal Court (ICC).
"Amerika Serikat berniat mengambil tindakan terhadap
Mahkamah Pidana Internasional, yang membahayakan keadilan di seluruh dunia dan
juga mengancam hak negara-negara demokratis yang berdaulat untuk menjalankan
kedaulatannya," ujar Netanyahu.
Netanyahu kembali mengkritik ICC yang sebelumnya
mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap dirinya dan mantan Menteri
Pertahanan Israel, Yoav Gallant. Ia menuding lembaga tersebut telah melampaui
kewenangannya.
Menurut Netanyahu, mantan Kepala Jaksa ICC Karim Khan
menerbitkan surat perintah tersebut demi mengalihkan perhatian dari persoalan
yang dihadapinya sendiri.
"Perisai yang selama ini melindunginya kini telah
runtuh. Hal itu memperlihatkan motif sebenarnya serta kurangnya keadilan dan
adanya korupsi mendalam, bukan hanya di Kantor Jaksa, tetapi juga di Mahkamah
Pidana Internasional secara keseluruhan," katanya.
Dalam kesempatan itu, Netanyahu juga menyinggung operasi
militer Israel di Tepi Barat menyusul bentrokan mematikan yang terjadi pada
Jumat (24/7/2026). Ia mengatakan pemerintah telah menginstruksikan militer
untuk memasuki sejumlah desa, melakukan penggeledahan, menyita senjata, dan
menangkap pihak-pihak yang diduga terlibat.
"Kami siap mengambil tindakan yang lebih luas terhadap
basis-basis kelompok teroris," tegas Netanyahu.