Produsen mobil listrik asal China, Xpeng, mengumumkan penarikan kembali (recall) sebanyak 33.473 unit X9 akibat cacat -->

Produsen mobil listrik asal China, Xpeng, mengumumkan penarikan kembali (recall) sebanyak 33.473 unit X9 akibat cacat

Minggu, 26 Juli 2026

 

Produsen mobil listrik asal China, Xpeng, mengumumkan penarikan kembali (recall) sebanyak 33.473 unit X9 akibat cacat pada sistem suspensi udara depan yang berpotensi memengaruhi pengendalian kendaraan dan meningkatkan risiko keselamatan.

 


Mengutip Carnewschina, Sabtu (25/7/2026), pemberitahuan penarikan kembali yang diajukan kepada State Administration for Market Regulation (SAMR), program recall mencakup Xpeng X9 yang diproduksi pada 8 Agustus 2023 hingga 11 Agustus 2025. Penarikan kembali dijadwalkan mulai berlaku pada 28 Agustus 2026.

 

Recall dilakukan setelah ditemukan variasi dalam proses produksi yang memengaruhi tingkat kedap udara pada air spring bagian depan. Pada penggunaan jangka panjang, terutama di wilayah dengan suhu dan kelembapan tinggi, komponen tersebut berisiko mengalami kebocoran udara secara bertahap.

 

Bos XPeng Sebut Banyak Merek Mobil Listrik Bakal TumbangXpeng menjelaskan kerusakan itu umumnya ditandai dengan munculnya lampu peringatan dan notifikasi pada panel instrumen kendaraan. Dalam kondisi yang lebih serius, kebocoran dapat memengaruhi stabilitas dan pengendalian mobil sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

 

Sebagai langkah perbaikan, Zhaoqing Xpeng New Energy Investment Co, Ltd akan mengganti front air spring slide pillar assembly dengan versi terbaru secara gratis pada seluruh kendaraan yang terdampak. Kendaraan yang sebelumnya telah menggunakan komponen terbaru tidak perlu mengikuti proses recall.

 

Program penarikan kembali tersebut muncul setelah banyak pemilik Xpeng X9, terutama di wilayah Chongqing, melaporkan sasis kendaraan tiba-tiba amblas saat gelombang panas ekstrem melanda China.

 

Sejumlah pengguna mengaku bagian sasis kendaraan dapat turun pada salah satu sisi, bahkan seluruh bagian kendaraan, ketika mobil sedang dikendarai.

 

Sebelumnya, layanan pelanggan Xpeng menyebut sebagian peringatan tersebut dipicu oleh mode thermal protection, yakni sistem perlindungan yang bekerja ketika kompresor mengalami panas berlebih akibat terlalu sering menyesuaikan ketinggian kendaraan pada suhu tinggi.

 

Namun, melalui program recall ini, Xpeng secara resmi mengakui masalah tersebut juga disebabkan cacat pada komponen perangkat keras yang berkaitan dengan kedap udara suspensi, bukan semata-mata karena sistem perlindungan termal.

 

Xpeng X9 mulai dipasarkan di China pada Januari 2024 dengan harga 359.800 yuan hingga 419.800 yuan. Model MPV listrik tujuh penumpang tersebut tersedia dalam versi battery electric vehicle (BEV) dan extended-range electric vehicle (EREV). Sepanjang semester I 2026, penjualan kumulatif X9 di China tercatat mencapai 13.324 unit.

 

Di Indonesia, Xpeng X9 dipasarkan dengan harga sekitar Rp 1,1 miliar hingga Rp 1,25 miliar. Hingga kini belum ada informasi apakah program recall tersebut berdampak pada unit yang dijual di Tanah Air.

 

X9 yang dipasarkan di Indonesia berstatus completely knocked down (CKD) atau dirakit secara lokal melalui kerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor di Purwakarta, Jawa Barat.