United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) baru saja memasukkan Tyre, kota kuno peninggalan peradaban Fenisia di Lebanon selatan -->

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) baru saja memasukkan Tyre, kota kuno peninggalan peradaban Fenisia di Lebanon selatan

Jumat, 24 Juli 2026

 United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) baru saja memasukkan Tyre, kota kuno peninggalan peradaban Fenisia di Lebanon selatan, ke dalam daftar Situs Warisan Dunia Dalam Bahaya (world heritage sites in danger).


Tyre terletak sekitar 80 kilometer di selatan Beirut dan hanya berjarak sekitar 20 kilometer dari perbatasan Israel. Kota ini telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1984 karena menyimpan berbagai peninggalan arkeologi penting, terutama dari era Romawi.

Keputusan diambil UNESCO di tengah kekhawatiran atas dampak konflik bersenjata setelah Lebanon selama beberapa bulan terakhir menjadi sasaran bombardir pasukan militer Israel.

UNESCO menyatakan situs bersejarah itu telah mengalami kerusakan secara langsung akibat konflik Israel dan Lebanon. Organisasi tersebut juga menilai kondisi pelestarian Tyre terus memburuk sehingga mengancam keberlangsungan nilai sejarahnya.

"Situs tersebut telah terkena dampak langsung dan mengalami kerusakan. Lebih lanjut, kondisi konservasinya menimbulkan kekhawatiran yang semakin besar, terutama mengingat kemungkinan dampak lebih lanjut," bunyi pernyataan UNESCO, mengutip laporan France24, Kamis (23/7/2026). 

UNESCO menekankan, kondisi situs saat ini tidak lagi memadai untuk menjamin pelestarian dan perlindungan nilai universal luar biasa yang dimiliki situs tersebut.

"Kondisi optimal tak lagi tersedia untuk memastikan konservasi dan perlindungan nilai universal yang luar biasa dari situs tersebut," kata badan PBB tersebut.

Badan PBB itu juga menjelaskan, permintaan agar Tyre dimasukkan ke dalam daftar situs yang terancam bahaya diajukan oleh Pemerintah Lebanon. Keputusan memasukkan Tyre ke dalam daftar Situs Warisan Dalam Bahaya diumumkan bertepatan dengan penyelenggaraan Sidang ke-48 Komite Warisan Dunia UNESCO di Busan, Korea Selatan.

Dalam beberapa bulan terakhir, Tyre menjadi salah satu wilayah yang terdampak konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah. Puluhan ribu warga sempat mengungsi setelah militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi yang mencakup sejumlah distrik, termasuk kawasan arkeologi. Meski demikian, sebagian besar penduduk kini telah kembali ke kota tersebut.

Menteri Kebudayaan Lebanon, Ghassan Salame, menyambut baik keputusan UNESCO. Menurutnya, langkah tersebut akan meningkatkan perhatian internasional terhadap pentingnya melindungi situs bersejarah di tengah konflik.

"Keputusan ini akan memfokuskan perhatian dan kepedulian UNESCO dan negara-negara anggota pada situs yang sangat penting dalam sejarah suatu wilayah yang saat ini sedang mengalami konflik," ungkap Ghassan.

Sebagai informasi, Tyre adalah salah satu kota tertua di kawasan Mediterania yang didirikan sekitar 4.700 tahun lalu. Kota kuno ini memiliki dua kawasan yang berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO, termasuk gapura kemenangan Romawi dan hipodrom yang dibangun pada abad ke-2.

Salah satu kawasan tersebut dilaporkan terkena serangan langsung Israel pada Juni lalu. Seorang pejabat Kementerian Kebudayaan Lebanon saat itu mengatakan sebuah kantor administrasi mengalami kerusakan akibat serangan, sementara puing-puing ledakan juga merusak sejumlah elemen arkeologi, seperti kolom, kepala kolom, dan mosaik.

Sebagai informasi, sepanjang sejarahnya, Tyre pernah menjadi bagian dari peradaban Fenisia, Persia, Helenistik, Romawi, hingga Bizantium, menjadikannya salah satu situs arkeologi paling penting di kawasan Mediterania.