Volkswagen mempertimbangkan pemangkasan sekitar 50.000 karyawan tambahan sebagai bagian dari upaya menekan biaya dan meningkatkan daya saing di tengah -->

Volkswagen mempertimbangkan pemangkasan sekitar 50.000 karyawan tambahan sebagai bagian dari upaya menekan biaya dan meningkatkan daya saing di tengah

Rabu, 15 Juli 2026

 

Volkswagen mempertimbangkan pemangkasan sekitar 50.000 karyawan tambahan sebagai bagian dari upaya menekan biaya dan meningkatkan daya saing di tengah persaingan industri otomotif yang semakin ketat.

 


Jika rencana tersebut terealisasi, total pengurangan tenaga kerja di grup Volkswagen dapat mencapai 100.000 orang.

Chief Executive Officer (CEO) Volkswagen Oliver Blume menyampaikan, perusahaan masih mengevaluasi kebutuhan penyesuaian jumlah tenaga kerja di seluruh merek, perusahaan, dan wilayah operasional.

"Kami saat ini sedang menilai di seluruh merek, perusahaan, dan wilayah mengenai penyesuaian yang benar-benar diperlukan dan memungkinkan untuk dilakukan," ujar Blume dalam memo internal yang diperoleh Reuters.

Sebelumnya, Volkswagen telah menyepakati pengurangan sekitar 50.000 karyawan di seluruh grup, termasuk di anak usaha Porsche dan Audi. Namun, hasil evaluasi internal menunjukkan perusahaan masih menghadapi kesenjangan biaya sekitar 20% dibandingkan para pesaingnya sehingga diperlukan langkah efisiensi lanjutan.

Dalam memo tersebut disebutkan, secara teoretis kondisi tersebut dapat berarti tambahan pengurangan sekitar 50.000 tenaga kerja di seluruh dunia.

Volkswagen tengah menghadapi tekanan dari berbagai sisi, mulai dari penurunan laba, beban tarif miliaran euro, persaingan yang semakin ketat di pasar China, hingga tuntutan meningkatkan efisiensi jaringan pabrik di Jerman.

Memo tersebut muncul setelah perwakilan pekerja mendesak manajemen menjelaskan rencana restrukturisasi yang dipresentasikan Blume kepada dewan pengawas perusahaan pada Kamis (10/7/2026).

Menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, perwakilan pekerja menolak sejumlah usulan manajemen yang mencakup pemutusan hubungan kerja (PHK) serta kemungkinan penutupan empat pabrik.

Blume mengakui hingga saat ini Volkswagen belum menemukan model bisnis yang kompetitif untuk sejumlah fasilitas produksi, yakni pabrik Emden, Hanover, Zwickau, dan Neckarsulm pada dekade 2030-an.

Meski demikian, ia menegaskan perusahaan lebih mengutamakan solusi alternatif dibandingkan menutup fasilitas produksi.

Sebelumnya, Blume sempat mengusulkan pemanfaatan pabrik yang kapasitasnya belum optimal untuk mendukung industri pertahanan atau memproduksi kendaraan Volkswagen asal China di Eropa.

Dalam pernyataan resmi seusai pertemuan dengan para pemangku kepentingan, Volkswagen tidak menyinggung rencana PHK maupun penutupan pabrik.

Perusahaan hanya mengumumkan rencana mengurangi kapasitas produksi serta memangkas jumlah model kendaraan secara bertahap hingga sekitar 50%.

 

Namun, sejumlah analis menilai langkah tersebut belum cukup untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi Volkswagen saat ini. Blume mengatakan masih akan ada pembahasan lanjutan untuk mencari solusi terbaik bagi masa depan perusahaan.

"Tentu dapat dipahami bahwa belum semua hal direncanakan hingga ke detail terakhir dan masih ada sejumlah isu yang perlu didiskusikan serta dievaluasi lebih lanjut. Akan ada lebih banyak pertemuan untuk bekerja keras menemukan solusi terbaik," ujarnya.