Di saat deretan produsen hypercar global kembali berlomba-lomba menghadirkan transmisi manual, Lamborghini justru memilih untuk melawan arus. Pabrikan otomotif eksotis asal Italia -->

Di saat deretan produsen hypercar global kembali berlomba-lomba menghadirkan transmisi manual, Lamborghini justru memilih untuk melawan arus. Pabrikan otomotif eksotis asal Italia

Rabu, 19 Agustus 2026

 


Di saat deretan produsen hypercar global kembali berlomba-lomba menghadirkan transmisi manual, Lamborghini justru memilih untuk melawan arus. Pabrikan otomotif eksotis asal Italia tersebut menegaskan tidak memiliki rencana untuk meluncurkan kembali mobil berfitur tiga pedal dan tuas transmisi manual dalam waktu dekat.

 

Disebutkan Carscoops, Selasa (18/8/2026), tren transmisi manual belakangan ini memang tengah kembali naik daun di segmen mobil super berharga fantastis. Pabrikan ternama seperti Pagani, Koenigsegg, hingga Gordon Murray Automotive sukses membuat transmisi manual digandrungi para kolektor. Bahkan, McLaren baru saja memperkenalkan seri McL 6GT yang dibekali transmisi manual, menyusul Ferrari yang meluncurkan 12Cilindri Manuale.

 

Kendati pasar mengindikasikan lonjakan minat yang tinggi terhadap transmisi manual di segmen eksotis, Lamborghini tetap teguh pada pendiriannya. CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, secara terbuka menyatakan bahwa pengembangan girboks manual bukanlah prioritas perusahaan saat ini.

 

"Bagi saya, ini bukan sesuatu yang ada dalam daftar prioritas kami karena kami memiliki banyak agenda lain yang sedang digarap," ungkap Winkelmann

 

"Transmisi manual sebagian besar ditujukan untuk kolektor, dan hari ini kami tidak memiliki rencana ke arah sana," tambahnya.

 

Sebagai catatan historis, Lamborghini sudah cukup lama meninggalkan girboks manual. Mobil jalan raya terakhir buatan pabrikan Sant’Agata Bolognese yang mengusung transmisi manual adalah Gallardo LP560-2 edisi 50th Anniversary yang dirilis pada awal tahun 2013. Sementara itu, Murciélago LP670-4 SV menjadi lini V12 terakhir dengan tiga pedal, di mana konon hanya ada lima unit yang diproduksi di dunia.

 

Faktor teknis juga menjadi tantangan besar bagi Lamborghini. Komitmen merek ini pada era elektrifikasi modern, seperti yang diterapkan pada lini supercar hibrida Temerario dan Revuelto, membuat pengintegrasian girboks manual menjadi sangat rumit secara rekayasa serta menelan biaya pengembangan yang sangat tinggi.

 

Bandingkan dengan fokus Lamborghini saat ini yang lebih memilih mengasah performa dan kecepatan ekstrem melalui teknologi terkini. Hal itu dibuktikan lewat peluncuran Revuelto SV di Monterey Car Week yang dibekali tenaga monster 1.050 HP dan torsi 1.425 Nm, yang hanya diproduksi terbatas sebanyak 1.963 unit.