Gagal ginjal tidak selalu diawali keluhan yang mudah dikenali. Penurunan fungsi ginjal dapat berlangsung perlahan -->

Gagal ginjal tidak selalu diawali keluhan yang mudah dikenali. Penurunan fungsi ginjal dapat berlangsung perlahan

Jumat, 28 Agustus 2026

 


Gagal ginjal tidak selalu diawali keluhan yang mudah dikenali. Penurunan fungsi ginjal dapat berlangsung perlahan, bahkan ketika tubuh belum menunjukkan gejala yang jelas.

 

Padahal, ginjal memiliki peran penting dalam menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah serta menjaga keseimbangan mineral di dalam tubuh.

 

Kondisi tersebut membuat perubahan kecil pada tubuh perlu diperhatikan, terutama jika muncul berulang atau bersamaan dengan keluhan lainnya.

 

National Kidney Foundation (NKF) menyebutkan sebagian besar orang dengan penyakit ginjal tidak menyadari kondisinya karena gejala sering kali baru muncul ketika penyakit sudah memasuki tahap lanjut.

 

Ciri Gagal Ginjal yang Perlu Diwaspadai

Penurunan fungsi ginjal dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh. Beberapa perubahan berikut ini dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan.

 

1. Mudah lelah dan sulit berkonsentrasi

Ketika fungsi ginjal menurun, kemampuan organ tersebut untuk membuang racun dan zat sisa dari dalam darah ikut terganggu. Akibatnya, zat sisa dapat menumpuk dan menyebabkan kondisi yang disebut uremia.

 

Penumpukan tersebut dapat membuat seseorang merasa lelah, lemah, atau mengalami kesulitan berkonsentrasi. Penyakit ginjal juga dapat disertai anemia yang turut menyebabkan tubuh mudah lelah dan terasa lemah.

 

2. Mengalami gangguan tidur

Kesulitan tidur juga dapat berkaitan dengan penurunan fungsi ginjal. Ketika ginjal tidak mampu menyaring darah secara optimal, zat sisa dapat tetap berada di dalam darah dan menimbulkan rasa tidak nyaman pada tubuh.

 

Kondisi tersebut dapat mengganggu kualitas tidur dan membuat seseorang lebih sulit beristirahat pada malam hari.

 

3. Kulit menjadi kering dan terasa gatal

Kulit kering dan gatal dapat muncul pada penyakit ginjal tahap lanjut. Selain membuang limbah dan kelebihan cairan, ginjal berperan menjaga keseimbangan mineral serta nutrisi di dalam darah.

 

Ketika fungsi ginjal terganggu, keseimbangan mineral dan nutrisi tersebut dapat ikut berubah. Kondisi ini dapat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh sehingga kulit menjadi kering dan lebih mudah terasa gatal.

 

4. Lebih sering buang air kecil

Perubahan kebiasaan buang air kecil, khususnya meningkatnya frekuensi buang air kecil pada malam hari, dapat menjadi salah satu tanda penyakit ginjal.

 

Kerusakan pada penyaring ginjal dapat meningkatkan dorongan untuk buang air kecil. Namun, keluhan tersebut tidak selalu berkaitan dengan penyakit ginjal karena juga dapat menjadi tanda infeksi saluran kemih atau pembesaran prostat pada laki-laki.

 

5. Terdapat darah dalam urine

Ginjal yang sehat biasanya mempertahankan sel darah ketika menyaring limbah dari darah untuk menghasilkan urine. Jika penyaring ginjal mengalami kerusakan, sel darah dapat ikut keluar dan masuk ke dalam urine.

 

Kemunculan darah dalam urine dapat berkaitan dengan penyakit ginjal. Namun, kondisi tersebut juga dapat disebabkan oleh tumor, batu ginjal, atau infeksi sehingga tetap membutuhkan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.

 

6. Urine tampak berbusa

Urine yang memiliki banyak gelembung, terutama busa yang tidak mudah menghilang meskipun sudah beberapa kali disiram, dapat menjadi tanda adanya protein dalam urine.

 

Busa tersebut dapat berkaitan dengan albumin. Protein ini secara normal terdapat di dalam tubuh, tetapi seharusnya tidak keluar melalui urine dalam jumlah besar.

 

7. Muncul bengkak di sekitar mata

Pembengkakan yang menetap di area sekitar mata dapat berkaitan dengan keluarnya protein ke dalam urine. Kerusakan pada penyaring ginjal dapat menyebabkan protein bocor dan ikut terbuang bersama urine.

 

Ketika protein keluar dalam jumlah besar, kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap munculnya pembengkakan, termasuk di sekitar mata.

 

8. Kaki dan pergelangan kaki membengkak

Penurunan fungsi ginjal dapat membuat tubuh menahan natrium atau garam. Akibatnya, cairan dapat menumpuk dan menyebabkan kaki serta pergelangan kaki membengkak.

 

Namun, pembengkakan pada bagian bawah tubuh tidak selalu menunjukkan gangguan ginjal. Keluhan serupa juga dapat berkaitan dengan penyakit jantung, penyakit hati, atau masalah pembuluh darah vena kronis pada kaki.

 

9. Nafsu makan menurun

Berkurangnya nafsu makan merupakan keluhan yang cukup umum dan dapat terjadi ketika fungsi ginjal menurun. Salah satu penyebabnya adalah penumpukan zat sisa di dalam darah.

 

Nephrology Associates of Northern Illinois and Indiana menyebut penumpukan zat sisa tersebut dapat menimbulkan mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan.

 

Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan berat badan yang tidak disengaja serta kekurangan nutrisi.

 

10. Mengalami keram otot

Gangguan fungsi ginjal dapat mengganggu keseimbangan elektrolit dan mineral di dalam tubuh. Salah satu contohnya terjadi ketika kadar kalsium rendah dan kadar fosfor tidak terkendali. Ketidakseimbangan tersebut dapat memicu keram atau kejang pada otot.

 

Perubahan Urine Juga Perlu Diperhatikan

Selain berbagai keluhan pada tubuh, perubahan urine dapat memberikan petunjuk mengenai kemungkinan adanya gangguan fungsi ginjal.

 

Beberapa perubahan yang perlu diperhatikan meliputi meningkatnya frekuensi buang air kecil pada malam hari, urine yang sangat gelap atau berbusa, serta penurunan jumlah urine secara tiba-tiba.

 

Perubahan tersebut dapat menunjukkan ginjal mengalami kesulitan dalam mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh.

 

Meski demikian, kemunculan satu gejala tidak secara otomatis berarti seseorang mengalami penyakit ginjal. Keluhan yang sama dapat muncul akibat kondisi kesehatan lainnya. Oleh karena itu, gejala yang dirasakan perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan medis.

 

Pemeriksaan untuk Mengetahui Fungsi Ginjal

Gejala dapat menjadi tanda awal, tetapi pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui kondisi fungsi ginjal secara lebih akurat.

 

NKF menyebut dua pemeriksaan yang dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit ginjal, yaitu estimated glomerular filtration rate (eGFR) dan urine albumin-creatinine ratio (uACR).

 

eGFR merupakan pemeriksaan darah yang digunakan untuk memperkirakan kemampuan ginjal dalam menyaring darah. Sementara itu, uACR merupakan pemeriksaan urine untuk mengukur kadar albumin dan kreatinin.

 

Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan, meliputi kreatinin serum, blood urea nitrogen (BUN), elektrolit, analisis urine, serta rasio albumin-kreatinin.

 

Jika diperlukan, dokter juga dapat menggunakan pemeriksaan pencitraan seperti ultrasonografi atau CT scan. Pemeriksaan tersebut dapat membantu melihat ukuran ginjal, kelainan struktur, maupun kemungkinan adanya penyumbatan.

 

Faktor yang Meningkatkan Risiko Penurunan Fungsi Ginjal

Beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan fungsi ginjal. NKF menyebut tekanan darah tinggi, diabetes, riwayat keluarga dengan gagal ginjal, serta usia lebih dari 60 tahun sebagai faktor risiko yang perlu diperhatikan.

 

Nephrology Associates of Northern Illinois and Indiana juga mencantumkan obesitas, penggunaan obat tertentu dalam jangka panjang, seperti NSAID, kebiasaan merokok, diabetes, tekanan darah tinggi, riwayat keluarga, dan usia sebagai faktor yang dapat meningkatkan risiko penurunan fungsi ginjal.

 

Bagi orang yang memiliki faktor risiko tersebut, pemeriksaan rutin penting dilakukan untuk memantau kondisi ginjal. Deteksi lebih awal dapat membantu menemukan gangguan fungsi ginjal sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.