Harga Bitcoin kembali menembus level US$ 80.000 pada Selasa (25/8/2026), mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. Penguatan Bitcoin didorong pelemahan dolar Amerika Serikat -->

Harga Bitcoin kembali menembus level US$ 80.000 pada Selasa (25/8/2026), mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. Penguatan Bitcoin didorong pelemahan dolar Amerika Serikat

Rabu, 26 Agustus 2026

 

Harga Bitcoin kembali menembus level US$ 80.000 pada Selasa (25/8/2026), mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. Penguatan Bitcoin didorong pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi pelemahan nilai mata uang.

 


Mengutip data Reuters, Bitcoin sempat menyentuh US$ 81.237,94, level tertinggi sejak pertengahan Mei 2026.

 

Dalam sepekan terakhir, Bitcoin juga mendapat dorongan dari perkembangan kebijakan pemerintah AS terkait pasar obligasi dan aset kripto.

 

Sejak pekan lalu, Bitcoin telah menguat sekitar 16%. Sementara sepanjang Agustus 2026, harga aset kripto terbesar di dunia tersebut telah melonjak sekitar 28%, yang berpotensi menjadi kenaikan bulanan terbesar sejak November 2024.

 

Penguatan Bitcoin terjadi setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan langkah untuk meredakan tekanan di pasar obligasi. Departemen Keuangan AS juga mengumumkan rencana meningkatkan pembelian kembali surat utang pemerintah berjangka panjang.

 

Langkah tersebut turut menekan dolar AS dan mendorong investor mencari alternatif aset untuk melindungi nilai kekayaan.

 

Tim Sun, peneliti senior HashKey Group, mengatakan pernyataan Bessent memperkuat pandangan pasar bahwa pembuat kebijakan AS memiliki toleransi yang lebih rendah terhadap kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang, setidaknya hingga pemilu paruh waktu.

 

Harga emas juga ikut mendapatkan keuntungan dari pelemahan dolar AS dengan mencatat level tertinggi dalam tiga bulan.

 

Analis aset digital global Standard Chartered Geoff Kendrick menilai langkah Departemen Keuangan AS tersebut menjadi katalis positif bagi Bitcoin.

 

Sementara itu, analis pasar IG Tony Sycamore mengatakan langkah pemerintah AS tersebut kembali memunculkan kekhawatiran mengenai apa yang disebut sebagai "debasement trade", yakni strategi investor untuk mengalihkan dana ke aset fisik dan digital ketika muncul kekhawatiran terhadap penurunan nilai mata uang.

 

Sycamore memperkirakan apabila Bitcoin mampu mempertahankan momentum kenaikannya dan menembus level tertentu secara berkelanjutan, harga Bitcoin berpeluang bergerak menuju US$ 95.000 hingga US$ 100.000.