Harga emas menguat pada perdagangan Sabtu (15/8/2026) dan
berada di jalur kenaikan mingguan. Penguatan emas didukung pelemahan dolar
Amerika Serikat (AS) serta harapan Federal Reserve (The Fed) mempertahankan
suku bunga.
Harga emas spot naik 0,7% menjadi US$ 4.379,95 per ons troi.
Pada sesi sebelumnya, harga emas turun 1,3% akibat aksi ambil untung setelah
menyentuh level tertinggi sejak 5 Juni 2026. Secara mingguan, harga emas telah
naik sekitar 0,9%.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup naik 0,4%
menjadi US$ 4.437,30 per ons troi.
"Indeks dolar AS yang lebih rendah menjadi faktor
eksternal yang mendukung harga emas hari ini," kata analis pasar American
Gold Exchange Jim Wyckoff dilansir dari Reuters.
Indeks dolar AS turun 0,3%, sehingga emas yang dihargai
dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi pembeli di luar AS.
Harga emas juga mendapat dukungan dari penurunan tidak
terduga jumlah tenaga kerja nonpertanian (nonfarm payrolls) AS pada Juli 2026
serta data inflasi yang dirilis pekan ini dan sebagian besar sesuai dengan
ekspektasi.
Data tersebut secara signifikan menurunkan ekspektasi
kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026. Mayoritas analis kini
memperkirakan bank sentral AS mempertahankan suku bunga pada kisaran
3,50%-3,75%.
Data CME FedWatch Tool menunjukkan pasar kini memperkirakan
peluang kenaikan suku bunga pada September sebesar 33%, turun dari 55% pada
pekan sebelumnya.
"Karena kami memperkirakan The Fed tidak menaikkan suku
bunga, harga emas masih memiliki potensi untuk naik lebih lanjut," kata
Commerzbank dalam catatannya.
Suku bunga yang lebih rendah cenderung mendukung emas karena
aset tersebut tidak memberikan imbal hasil.
Sementara itu, harga perak spot naik 0,7% menjadi US$ 64,88
per ons troi. Platinum menguat 1,8% menjadi US$ 1.746,97 per ons troi,
sedangkan paladium naik 1,1% menjadi US$ 1.320,93 per ons troi.
Harga perak dan platinum berada di jalur kenaikan mingguan,
sedangkan paladium diperkirakan mencatat penurunan dalam sepekan.