Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadikan revitalisasi sekolah yang terdampak gempa di daratan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai salah satu prioritas nasional. -->

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadikan revitalisasi sekolah yang terdampak gempa di daratan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai salah satu prioritas nasional.

Selasa, 25 Agustus 2026

 


Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadikan revitalisasi sekolah yang terdampak gempa di daratan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai salah satu prioritas nasional.

 

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan komitmen tersebut saat meninjau langsung kondisi sekolah terdampak di Kabupaten Nagekeo, Senin (24/8/2026). Pemerintah saat ini mempercepat pendataan tingkat kerusakan sekolah.

 

Hasil verifikasi tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan perbaikan dan pembangunan kembali satuan pendidikan yang terdampak gempa. “Kami memberikan bantuan prioritas untuk sekolah-sekolah yang terdampak untuk mendapatkan revitalisasi tahun 2026,” kata Abdul Mu'ti saat mengunjungi SDK Rowa.

 

Abdul Mu'ti menjelaskan pembangunan fisik sekolah akan segera dilakukan setelah dana anggaran belanja tambahan (ABT) tahap kedua masuk ke dalam daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) dan disalurkan.

 

Sebelum pembangunan dimulai, pemerintah akan melakukan verifikasi dan validasi kondisi sekolah. Setelah seluruh proses administrasi selesai, pembangunan dapat segera dilaksanakan. “Nanti setelah ada verifikasi dan validasi, akan ada perjanjian kerja sama (PKS), dan setelah semuanya clear, akan dimulai pembangunannya,” ujarnya.

 

Langkah tersebut diharapkan mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan sehingga siswa dan guru dapat kembali menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan kondisi yang lebih aman.

 

Sambil menunggu proses revitalisasi, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan darurat untuk mendukung keberlangsungan pembelajaran di sekolah terdampak. Pemerintah mencairkan bantuan dalam bentuk voucher senilai total Rp 860 juta untuk 61 sekolah terdampak di Kabupaten Nagekeo dan Ngada.

 

Selain bantuan dana, Kemendikdasmen menyalurkan berbagai kebutuhan bagi warga sekolah. Bantuan tersebut terdiri atas 9.400 buku nonteks, 495 school kit, 30 family kit, 1.000 kaus, dan 1.650 paket makanan.

 

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekolah selama proses pemulihan pascagempa berlangsung.

 

Tetap Optimistis

Dalam kunjungannya, Abdul Mu'ti juga memberikan dukungan kepada guru, siswa, dan warga yang terdampak gempa. Ia meminta seluruh pihak tetap optimistis dan saling mendukung dalam proses pemulihan.

 

“Kita tetap optimis dan semangat semua musibah dan bencana ini dapat kita atasi bersama. Saat ini yang terpenting adalah kita saling bekerja sama, saling mendukung, dan bersama-sama memulihkan kondisi setelah bencana ini,” tuturnya.

 

Kepala SDK Rowa Agustina Kabha menyambut positif komitmen pemerintah untuk membangun kembali sekolah yang terdampak. Ia berharap bangunan sekolah yang direvitalisasi nantinya memiliki struktur yang lebih kuat dan tahan terhadap gempa.

 

“Terima kasih kepada Pak Presiden dan Pak Menteri, yang akan membangun kembali sekolah kami. Kami berharap struktur bangunannya nanti tahan gempa sehingga murid tidak lagi trauma dan belajar dengan nyaman,” kata Agustina.