Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menepis isu yang menyebut daya beli masyarakat sedang mengalami pelemahan -->

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menepis isu yang menyebut daya beli masyarakat sedang mengalami pelemahan

Jumat, 28 Agustus 2026

 


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menepis isu yang menyebut daya beli masyarakat sedang mengalami pelemahan.

 

Ia menilai kondisi perekonomian nasional masih berada di jalur positif, tercermin dari pertumbuhan ekonomi hingga semester I 2026 yang mencapai 5,45% secara year on year.

 

Bahkan, Menko Perekonomian Airlangga menyebut pertumbuhan ekonomi sebesar 5,45% merupakan salah satu tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

 

"Pertama, saya ingatkan perekonomian kita sampai semester I masih tumbuh 5,45%. Dan artinya salah satu pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam 13 tahun terakhir," ungkap Airlangga di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

 

 

Selain itu, terdapat indikator positif lainnya, yakni penjualan kendaraan listrik (EV), baik hibrida maupun berbasis baterai, pada semester I 2026 yang meningkat sekitar 80% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

 

Untuk menjaga momentum ekonomi sekaligus menopang daya beli, Menko Perekonomian Airlangga memastikan pemerintah terus menjalankan sejumlah program. Salah satunya adalah bantuan beras sebanyak 10 kilogram bagi masyarakat hingga desil keempat yang masih terus disalurkan.

 

Pemerintah juga memberikan insentif melalui skema Pajak Penghasilan (PPh) ditanggung pemerintah bagi pekerja dengan gaji hingga Rp10 juta.

 

Menko Perekonomian Airlangga menegaskan pemerintah akan terus memantau perkembangan daya beli masyarakat dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga konsumsi serta pertumbuhan ekonomi nasional.

 

"Dengan demikian pemerintah terus memonitor terkait dengan daya beli," pungkas Airlangga.