Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi akan
mengunjungi Arab Saudi dan Oman pada 17–22 Agustus 2026 untuk membahas situasi
Selat Hormuz dengan para pejabat negara di Timur Tengah tersebut.
Kunjungan tersebut menjadi perjalanan pertama Motegi ke Timur
Tengah sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS) bersama Israel
terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri Jepang, Jumat
(14/8/2026), agenda kunjungan itu merupakan bagian dari usaha Tokyo mempererat
hubungan dengan negara-negara Timur Tengah sekaligus menjamin kebebasan dan
keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Melalui kunjungan itu, Pemerintah Jepang juga berharap
negaranya dapat berkontribusi dalam memfasilitasi pembicaraan antara AS dan
Iran guna mendorong tercapainya kesepakatan damai antarkeduanya.
Motegi dijadwalkan menyampaikan niat Jepang untuk berperan
aktif dalam pemulihan dan rekonstruksi negara-negara Teluk yang terdampak
serangan balasan Iran. Tokyo juga ingin memperkuat ketahanan ekonomi
negara-negara tersebut.
Mengutip Antara, Jumat (14/8/2026), di Arab Saudi, Motegi
dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan
Al-Saud. Keduanya dijadwalkan membahas situasi Selat Bab el-Mandeb yang kini
menjadi jalur alternatif pengangkutan minyak mentah di tengah kondisi Selat
Hormuz yang masih tertutup.
Sementara itu, di Oman, Motegi dijadwalkan bertemu dengan
Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad al-Busaidi. Dalam pertemuan
tersebut, Motegi diperkirakan akan mendorong pentingnya memastikan pelayaran
yang melintasi Selat Hormuz tidak dikenai biaya.
Kementerian Luar Negeri Jepang menambahkan, Motegi juga
berencana bertemu dengan Rashad Mohammed Al-Alimi, Ketua Dewan Kepemimpinan
Presiden Yaman yang saat ini berada di Arab Saudi untuk membahas dukungan Tokyo
terhadap upaya stabilisasi di Yaman.