Pemerintah Korea Selatan (Korsel) berencana melanjutkan
pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Seoul dengan Kota Wonsan di
pantai timur Korea Utara (Korut) mulai 2027. Proyek tersebut sempat terhenti
selama hampir satu dekade dan kini dihidupkan kembali sebagai bagian dari upaya
memperbaiki hubungan antara Korsel dan Korut.
Kementerian Unifikasi Korea Selatan menyampaikan rencana
tersebut dalam pengarahan kebijakan kepada Presiden Lee Jae Myung pada Rabu
(5/8/2026). Kantor berita Yonhap News melaporkan, kementerian menyebut
pembangunan jalur kereta api ditargetkan rampung pada 2029.
Proyek tersebut pertama kali diluncurkan pada 2015. Namun,
pembangunannya dihentikan pada 2016 setelah hubungan antara Seoul dan Pyongyang
kembali menegang. Pada 2024, Korea Utara menghancurkan jalur jalan dan rel
kereta api di sepanjang perbatasan yang dijaga ketat sebagai bagian dari
kebijakannya yang mendefinisikan Korsel sebagai musuh, mengutip Anadolu, Rabu
(5/8/2026).
Dalam paparan kepada Presiden Lee Jae Myung, Kementerian
Unifikasi menjelaskan sejumlah kebijakan utama yang berfokus pada penyelesaian
konflik secara damai, pengelolaan krisis, serta upaya jangka panjang mewujudkan
Semenanjung Korea yang bebas senjata nuklir dan perdamaian di kawasan Asia
Timur.
Selain itu, Kementerian Unifikasi juga berencana
menghidupkan kembali perjanjian pengurangan ketegangan militer antar-Korea yang
disepakati pada 2018. Pemerintah juga ingin mendorong pemanfaatan zona
demiliterisasi yang memisahkan Korsel dan Korut sebagai kawasan yang lebih
damai.