Persebaya Surabaya menyelesaikan pemusatan latihan atau training camp (TC) di Thailand selama 9 hari. TC tersebut menjadi bagian penting dari persiapan kubu Bajul Ijo menghadapi kompetisi Super League 2026/2027. -->

Persebaya Surabaya menyelesaikan pemusatan latihan atau training camp (TC) di Thailand selama 9 hari. TC tersebut menjadi bagian penting dari persiapan kubu Bajul Ijo menghadapi kompetisi Super League 2026/2027.

Jumat, 28 Agustus 2026

 


Persebaya Surabaya menyelesaikan pemusatan latihan atau training camp (TC) di Thailand selama 9 hari. TC tersebut menjadi bagian penting dari persiapan kubu Bajul Ijo menghadapi kompetisi Super League 2026/2027.

 

Selama berada di Thailand, tim pelatih tidak hanya meningkatkan kondisi fisik pemain, tetapi juga fokus membangun kekompakan dan menjaga ritme permainan sebelum kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia dimulai.

 

Pada sesi latihan terakhir, Persebaya tetap menjalani program dengan intensitas terukur. Materi latihan meliputi penguatan fisik, permainan dalam kelompok, serta latihan untuk meningkatkan pemahaman pemain terhadap prinsip permainan tim.

 

Persebaya juga menjalani sejumlah pertandingan uji coba menghadapi tim lokal selama pemusatan latihan. Laga tersebut menjadi kesempatan bagi pelatih untuk memberikan stimulus berbeda sekaligus mengevaluasi kesiapan skuad.

 

Pelatih fisik Persebaya, Diogo Carvalho, mengatakan program latihan di Thailand tetap menggunakan metodologi yang sebelumnya diterapkan di Surabaya.

 

"Dari sisi metodologi, program di Thailand tidak jauh berbeda dengan yang kami jalankan di Surabaya. Kami tetap berlatih dengan prinsip yang sama dan memperhatikan aspek pencegahan cedera," ujar Diogo, Kamis (27/8/2026).

 

Pelatih asal Portugal itu menjelaskan perbedaan utama terletak pada volume latihan dan frekuensi sesi. Selama berada di Thailand, program latihan disesuaikan dengan agenda pertandingan pramusim yang lebih padat.

 

"Yang berubah adalah volume latihan dan jumlah sesi. Di Surabaya, kami beberapa kali menjalani latihan ganda atau double session. Selama di Thailand, frekuensinya lebih banyak karena kami juga memiliki lebih banyak pertandingan selama pramusim dan pemusatan latihan," katanya.

 

Diogo juga menilai para pemain mampu menikmati proses latihan selama berada di Thailand. Menurutnya, suasana positif dalam tim menjadi modal penting untuk menjalani program dengan intensitas tinggi.

 

Peningkatan kondisi fisik menjadi salah satu target utama Persebaya selama menjalani TC di Thailand. Hal tersebut dinilai penting karena skuad Bajul Ijo sebelumnya telah melewati pramusim yang cukup padat.