Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap Kanada di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan kedua negara. -->

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap Kanada di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan kedua negara.

Kamis, 27 Agustus 2026

 

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap Kanada di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan kedua negara. Trump bahkan menyebut Kanada sebagai salah satu negara yang paling sulit diajak bernegosiasi.

 


“Mereka telah memanfaatkan Amerika Serikat selama beberapa dekade,” kata Trump kepada komentator politik Glenn Beck, Rabu (26/8/2026).

 

Trump menuding Kanada menerapkan tarif yang sangat tinggi terhadap produk AS. Ia juga menilai Ottawa memperlakukan hubungan kedua negara seolah Kanada merupakan salah satu negara bagian Amerika Serikat.

 

Trump turut menyoroti defisit perdagangan tahunan AS dengan Kanada yang disebut mencapai US$ 60 miliar atau sekitar Rp 1.063,5 triliun. Menurut dia, sudah waktunya Kanada memahami bahwa AS tidak dapat terus menerima kondisi tersebut.

 

Trump juga mengatakan Amerika Serikat tidak bergantung pada sumber daya dari Kanada. Menurutnya, kehilangan akses terhadap sejumlah barang dari negara tetangganya itu mungkin hanya menimbulkan sedikit kesulitan karena barang tersebut masih bisa diperoleh dari negara lain.

 

Ia mengaku sebelumnya telah menawarkan kesepakatan yang dinilai cukup baik kepada Kanada. Namun, perundingan terbaru kedua negara kemudian mengalami kebuntuan.

 

Pernyataan Trump muncul ketika perang dagang AS-Kanada kembali memanas. Pada 22 Agustus, Amerika Serikat memberlakukan tarif 50% terhadap berbagai barang asal Kanada. Tarif tambahan 50% untuk sektor otomotif dan baja dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Januari.

 

Kanada merespons dengan menyiapkan tarif balasan sebesar 15% hingga 50% terhadap produk AS senilai 27,6 miliar dolar Kanada atau sekitar Rp 352 triliun. Tarif balasan tersebut dijadwalkan berlaku mulai 8 September.