Raksasa otomotif asal Amerika Serikat, General Motors (GM), secara resmi mengonfirmasi bahwa salah satu merek legendarisnya, Chevrolet, -->

Raksasa otomotif asal Amerika Serikat, General Motors (GM), secara resmi mengonfirmasi bahwa salah satu merek legendarisnya, Chevrolet,

Rabu, 12 Agustus 2026

 Raksasa otomotif asal Amerika Serikat, General Motors (GM), secara resmi mengonfirmasi bahwa salah satu merek legendarisnya, Chevrolet, akan menghentikan total penjualan mobil baru di pasar Tiongkok. Keputusan pahit ini menandai berakhirnya operasional ritel dari merek berusia seabad tersebut di Negeri Tirai Bambu setelah berkiprah selama hampir 21 tahun.




Meskipun menyetop jaringan penjualan lokal untuk konsumen domestik, pihak GM memberikan klarifikasi penting mengenai nasib pabrik mereka. Chevrolet dipastikan akan tetap melanjutkan aktivitas produksi di dalam negeri, namun arah strateginya kini diubah total menjadi basis ekspor kendaraan ke pasar internasional di luar Amerika Serikat.

Dalam pernyataan resminya kepada National Business Daily, Selasa (11/8/2026), manajemen GM China menegaskan bahwa perusahaan patungan (joint venture) mereka akan tetap mempertahankan lini perakitan produk-produk Chevrolet. Perusahaan menilai bahwa untuk saat ini, seluruh jajaran produk teranyar Chevrolet jauh lebih cocok dan kompetitif untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri.

Langkah radikal ini terbukti sudah mulai memperlihatkan hasil di atas kertas. Berdasarkan data terbaru dari Asosiasi Mobil Penumpang Tiongkok (CPCA), angka ekspor unit kendaraan Chevrolet dari pabrik Tiongkok berhasil menyentuh 6.930 unit pada paruh pertama tahun ini, mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 6,9 persen secara tahunan (year-on-year).



Keputusan strategis ini juga berjalan selaras dengan komitmen jangka panjang antara GM dan SAIC Motor. Kedua belah pihak baru saja menandatangani perpanjangan kontrak kerja sama untuk joint venture SAIC-GM selama 20 tahun ke depan hingga tahun 2047, sekaligus mengumumkan rencana ambisius untuk meluncurkan minimal 30 model kendaraan listrik (New Energy Vehicle/NEV) baru pada tahun 2030 lewat merek Cadillac dan Buick.

John Roth selaku Executive Vice President GM Global sekaligus Presiden GM China mengungkapkan bahwa kapasitas lokal yang dimiliki SAIC-GM sangat mumpuni dalam hal teknik, manufaktur, dan kualitas. Potensi besar inilah yang akan dimanfaatkan untuk merambah pasar otomotif di Timur Tengah, Afrika, Amerika Selatan, Meksiko, hingga kawasan Asia-Pasifik melalui jaringan global GM.

Menanggapi kekhawatiran dari jutaan konsumen setianya, GM menegaskan komitmennya untuk tetap menyediakan layanan purnajual (after-sales) secara menyeluruh bagi lebih dari 7,5 juta pemilik mobil Chevrolet di Tiongkok. Perusahaan menjamin bahwa jaringan diler resmi untuk perawatan berkala akan tetap beroperasi normal dan pasokan suku cadang asli dipastikan tidak akan terganggu.

Perjalanan Chevrolet di Tiongkok sejatinya sempat menorehkan tinta emas dengan puncak kejayaan pada tahun 2014, di mana penjualan tahunan mereka menembus 767.000 unit berkat popularitas sedan Chevrolet Cruze. Namun, adopsi mesin tiga silinder yang kontroversial, kebangkitan masif merek mobil lokal Tiongkok, serta cepatnya penetrasi mobil listrik membuat penjualan raksasa ini merosot tajam hingga menyisakan kurang dari 9.000 unit saja