Video seorang siswa kelas 2 sekolah dasar (SD) di Kota Palu, Sulawesi Tengah, berjalan kaki menuju sekolah tanpa mengenakan sepatu viral di media sosial -->

Video seorang siswa kelas 2 sekolah dasar (SD) di Kota Palu, Sulawesi Tengah, berjalan kaki menuju sekolah tanpa mengenakan sepatu viral di media sosial

Jumat, 07 Agustus 2026

Video seorang siswa kelas 2 sekolah dasar (SD) di Kota Palu, Sulawesi Tengah, berjalan kaki menuju sekolah tanpa mengenakan sepatu viral di media sosial. Siswa bernama Rafa itu setiap hari menempuh perjalanan cukup jauh dari rumahnya di Kelurahan Kawatuna menuju sekolahnya di Jalan Tanggul, Kelurahan Birobuli, demi tetap mengikuti kegiatan belajar.

 


Video berdurasi 1 menit 9 detik tersebut diunggah akun Facebook Destiny pada Rabu (5/8/2026). Unggahan itu menuai simpati dari warganet yang terenyuh melihat semangat Rafa bersekolah di tengah keterbatasan ekonomi keluarganya.

 

Pemilik akun menyebut Rafa setiap hari berjalan kaki saat berangkat dan pulang sekolah dari Kawatuna menuju Jalan Tanggul.

 

“Kasihan sekali anak ini. Setiap hari pulang pergi sekolah berjalan kaki dari rumahnya di Kawatuna sampai sekolahnya di Tanggul. Pulangnya juga berjalan kaki,” tulis akun Facebook Destiny.

 

Pengunggah mengaku sempat berbincang dengan Rafa. Dalam percakapan tersebut, Rafa mengungkapkan dirinya berangkat ke sekolah sekitar pukul 06.00 Wita tanpa sempat sarapan dan tidak membawa uang jajan.

 

“Saya tanya pukul berapa berangkat ke sekolah, dia bilang pukul 06.00 Wita. Tanpa sarapan dan tanpa membawa uang jajan,” tulisnya.

Kondisi Rafa semakin mengundang perhatian karena ia tidak memiliki sepatu untuk dikenakan ke sekolah. Kedua orang tuanya diketahui bekerja sebagai pencari barang bekas.

 

Sepulang sekolah, Rafa dikabarkan turut membantu kedua orang tuanya mencari barang bekas bersama kakaknya yang masih duduk di bangku kelas 4 SD.

 

Unggahan tersebut juga mencantumkan alamat tempat tinggal Rafa di Kelurahan Kawatuna, tepatnya di belakang gudang Cleo, rumah paling ujung. Alamat itu dicantumkan dengan harapan masyarakat tergerak memberikan bantuan.

 

Menindaklanjuti viralnya video tersebut, Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Pendidikan turun langsung memberikan bantuan kepada Rafa.

 

Pemerintah juga memindahkan Rafa ke sekolah yang lokasinya lebih dekat dengan rumahnya. Dengan demikian, Rafa tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki setiap hari.