Warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa
Tenggara Timur (NTT), membutuhkan bantuan segera. Hingga Minggu (16/8/2026)
malam, sebagian warga masih bertahan di posko pengungsian darurat yang dibangun
secara swadaya.
Kondisi tersebut salah satunya terjadi di Nanu, Desa Lenda,
Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai. Sebanyak lima posko pengungsian
darurat didirikan warga menggunakan bambu dan terpal.
Warga mengaku mulai kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari
karena stok makanan semakin menipis. Selain itu, listrik di wilayah tersebut
masih padam sehingga warga harus menggunakan penerangan seadanya pada malam
hari.
"Stok makanan sudah mulai berkurang, saat malam hari
gelap, karena hingga saat ini listrik masih padam. Tadi malam, memang kami
menggunakan genset, tetapi bahan bakar sudah habis sehingga hanya menggunakan
lampu tradisional" kata Rofinus Langgur, warga Kampung Nanu, Minggu
(16/8/2026) malam.
Rofinus mengatakan hingga kini warga di wilayah tersebut
belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Warga berharap bantuan segera
disalurkan, terutama berupa bahan makanan, air minum, serta kebutuhan bayi.
"Sampai saat ini belum ada bantuan sama sekali, warga
membutuhkan bahan makan, perlengkapan bayi, dan air minum" ujarnya.
Kondisi posko yang hanya menggunakan bambu dan terpal, juga
membuat warga membutuhkan perlengkapan tambahan untuk bertahan selama masa
tanggap darurat.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
mengungkap terdapat total 53 orang menjadi korban jiwa gempa M 7,7 di NTT
berdasarkan data sementara hingga Minggu (15/8/2026) sore. Deputi Bidang
Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, menyebut korban dari wilayah Manggarai menjadi
yang terbanyak.
“Dengan rincian
(korban meninggal Kabupaten Manggarai Barat 1 jiwa, Kabupaten Manggarai Timur
20 jiwa, Kabupaten Manggarai 25 jiwa, Nagekeo 1 jiwa, Sikka 4 jiwa, dan Ende 2
jiwa,” ujar Abdul dalam konferensi pers, Minggu (16/8/2026).
Sementara itu, BNPB mencatat korban luka yang mendapat
perawatan medis sebanyak 135 orang. Dari jumlah tersebut, Abdul menyebut korban
luka asal Manggarai mencapai 17 orang korban luka berat dan 21 warga mengalami
luka ringan.