Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa atau European Union
Aviation Safety Agency (Easa) pada Senin (31/8/2026) mempersempit cakupan
peringatan wilayah udara di kawasan Teluk setelah meningkatnya ketegangan di
Timur Tengah. Peringatan ini berlaku hingga 30 September 2026.
Sebelumnya, pada hari yang sama, Easa mengeluarkan
peringatan untuk maskapai penerbangan agar menghindari seluruh wilayah udara di
atas perairan Teluk Arab yang berada dalam wilayah Bahrain, Kuwait, Qatar, dan
Uni Emirat Arab (UEA). Dalam pembaruan terbaru, peringatan hanya berlaku untuk
wilayah udara di atas perairan Teluk Arab.
Badan tersebut juga meminta maskapai penerbangan tidak
beroperasi di atas perairan Teluk Oman yang berada dalam wilayah informasi
penerbangan Muscat, Oman.
Sementara itu, Easa mencabut rekomendasi sebelumnya agar
maskapai menghindari wilayah udara Yordania. Meski demikian, operator
penerbangan tetap diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintas di wilayah
tersebut hingga 30 September, mengutip Arab News, Senin (31/8/2026).
Easa juga memperpanjang rekomendasi agar maskapai
penerbangan tidak beroperasi di wilayah udara Iran, Irak, dan Lebanon hingga
akhir September.
Pembaruan peringatan penerbangan EASA tersebut terjadi di
tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang dipicu
serangan Washington terhadap dua peluncur Iran di Pulau Larak, yang berada di
kawasan Selat Hormuz.
Serangan yang diluncurkan AS kemudian langsung dibalas oleh
Iran. Menurut laporan Reuters, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC)
mengeklaim telah meluncurkan serangan rudal balistik ke dua pangkalan militer
AS yakni Pangkalan King Hussein dan Pangkalan Al Azraq di Yordania.