Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo memperkuat koordinasi lintas instansi dan optimalisasi operasional kapal untuk mengurai kepadatan kendaraan di Pelabuhan Ketapang -->

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo memperkuat koordinasi lintas instansi dan optimalisasi operasional kapal untuk mengurai kepadatan kendaraan di Pelabuhan Ketapang

Senin, 07 September 2026

 Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo memperkuat koordinasi lintas instansi dan optimalisasi operasional kapal untuk mengurai kepadatan kendaraan di Pelabuhan Ketapang serta menjaga kelancaran penyeberangan Jawa-Bali.



"Kami terus memperkuat langkah penanganan kepadatan kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi melalui optimalisasi operasional kapal dan koordinasi intensif bersama regulator serta pemangku kepentingan terkait," kata Heru terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.


Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat penguraian antrean sekaligus memastikan layanan penyeberangan Jawa-Bali tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.


Heru menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa yang terdampak oleh kepadatan kendaraan di kawasan Ketapang.


Dia menegaskan pihaknya memahami kondisi itu memberikan dampak, khususnya bagi masyarakat dan pelaku logistik yang membutuhkan kepastian waktu.


"Saat ini kami bersama regulator dan seluruh stakeholder terkait terus melakukan langkah-langkah konkret untuk mempercepat penguraian antrean dan mengoptimalkan kapasitas layanan,” tutur Heru.


Kepadatan yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya peningkatan volume kendaraan logistik yang mencapai sekitar 16 persen dibandingkan periode yang sama bulan lalu.


Kondisi tersebut berlangsung bersamaan dengan satu pasang dermaga di Ketapang dan Gilimanuk yang sementara tidak beroperasi karena tengah menjalani peningkatan kapasitas menjadi 50 ton.


Pekerjaan itu merupakan bagian dari penguatan infrastruktur dan kesiapan operasional untuk menghadapi periode angkutan Natal dan Tahun Baru dan Idul Fitri 2027.



Musisi sekaligus pendiri grup musik legendaris Kahitna Yovie Widianto menyebut kesetiaan penggemar dan tim menjadi bagian penting dalam perjalanan Kahitna selama empat dekade di industri musik Indonesia.


Hal itu disampaikan Yovie saat tampil dalam konser “KAHITNA 40 TAHUN” yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Jakarta, Sabtu. Konser tersebut menjadi perayaan empat dekade perjalanan Kahitna sejak 1986.


“Untuk saya dan teman-teman Kahitna, hari ini istimewa sekali. Enggak terasa bahwa 40 tahun. Saya merasa bukan tadi dibilang lagu bagus atau lagu indah, tapi yang paling indah adalah kesetiaan kalian semua. Terima kasih,” kata Yovie di hadapan penonton.


Yovie mengatakan para penggemar yang dikenal sebagai Soulmate telah menemani lagu-lagu Kahitna dari waktu ke waktu hingga grup tersebut mencapai usia 40 tahun.


Menurut dia, perjalanan panjang Kahitna juga tidak terlepas dari orang-orang yang bekerja di balik panggung. Ia menyebut manajer yang masih sama serta sejumlah kru yang telah bekerja bersama Kahitna selama puluhan tahun.


“Rata-rata bekerja mulai dari ada yang 40 tahun, 35 tahun, paling sedikit 25 sampai 15 tahun,” ujarnya.


Yovie menilai keberadaan orang-orang yang terus mendampingi Kahitna menjadi salah satu alasan grup tersebut dapat bertahan dan berkembang selama empat dekade.


“Jadi, kenapa Kahitna bisa sebesar ini? Karena ada cinta yang besar dari semua tim-tim, sahabat saya. Bukan hanya karena lagu apa yang kami ciptakan,” katanya.


Konser “KAHITNA 40 TAHUN” mengusung tema “Di Antara Takkan Tergantinya Cantik & Titik Nadir Mantan Terindah”.


Konser juga menghadirkan kolaborasi Kahitna bersama sejumlah musisi, yakni RAN, Tiara Andini, Monita Tahalea, Arsy Widianto, dan Niki Becker.


Bagi Yovie, dukungan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Kahitna yang membuat grup musik tersebut dapat terus hadir bersama pendengarnya hingga empat dekade.


Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para Soulmate yang terus mengikuti perjalanan Kahitna dan menjadikan lagu-lagu mereka bagian dari berbagai fase kehidupan.