Dua pemain Fenerbahce, Mason Greenwood dan Matteo Guendouzi,
mendapat sanksi dari UEFA akibat keterlibatan mereka dalam kericuhan setelah
pertandingan leg kedua play-off Liga Champions melawan Lyon.
Fenerbahce sebelumnya memastikan tiket ke babak berikutnya
setelah menang 2-1 atas Lyon di Prancis. Hasil tersebut membuat klub asal Turki
itu unggul agregat 3-2.
Namun, pertandingan tersebut berakhir dengan kericuhan yang
melibatkan pemain dan staf pelatih kedua tim. Greenwood dan Guendouzi turut
terlibat dalam insiden tersebut. Keduanya diketahui pernah memperkuat
Marseille, rival sengit Lyon di sepak bola Prancis.
UEFA menjatuhkan hukuman lebih berat kepada Matteo
Guendouzi. Mantan gelandang Arsenal itu dilarang tampil dalam total empat
pertandingan kompetisi antarklub UEFA yang seharusnya bisa diikutinya.
Dalam keputusan yang diumumkan UEFA pada Jumat (4/9/2026)
malam, Guendouzi dinyatakan bersalah karena menghina orang lain yang hadir di
pertandingan, memprovokasi penonton, serta melanggar aturan dasar perilaku yang
pantas.
Dari empat pertandingan tersebut, dua pertandingan
diberlakukan dengan masa percobaan selama satu tahun.
Selain larangan bermain, Guendouzi juga dikenai denda
sebesar 50.000 euro. Guendouzi antara lain dinyatakan melakukan tindakan
provokatif dengan mengacungkan jari tengah ke arah pendukung Lyon. Aksi
tersebut turut menjadi bagian dari insiden yang terjadi setelah pertandingan
berakhir.
Sementara itu, Mason Greenwood menerima hukuman yang lebih
ringan dibandingkan Guendouzi. Mantan pemain Manchester United tersebut
dijatuhi larangan bermain satu pertandingan dengan masa percobaan. UEFA juga
menjatuhkan denda sebesar 30.000 euro kepada Greenwood.
Greenwood dinyatakan bersalah karena melanggar aturan dasar
perilaku yang pantas.
Sanksi tersebut diberikan menyusul kericuhan yang terjadi
setelah laga Lyon kontra Fenerbahce. Pertandingan itu sendiri dimenangi
Fenerbahce 2-1 dan memastikan klub Turki tersebut lolos dengan agregat 3-2.