Kemenangan Manchester City atas Manchester United, lewat gol tunggal Erling Haaland dalam laga derbi di Old Trafford terus memicu gelombang kritik pedas -->

Kemenangan Manchester City atas Manchester United, lewat gol tunggal Erling Haaland dalam laga derbi di Old Trafford terus memicu gelombang kritik pedas

Selasa, 15 September 2026

  Kemenangan Manchester City atas Manchester United, Minggu (13/9/2026), lewat gol tunggal Erling Haaland dalam laga derbi di Old Trafford terus memicu gelombang kritik pedas. Keputusan wasit yang mengesahkan gol tersebut dinilai sebagai kekeliruan fatal yang sangat merugikan pihak tuan rumah.



Mantan striker Liga Inggris, Jay Bothroyd, menyuarakan kekecewaannya secara terbuka. Ia mendesak agar perangkat pertandingan serta petugas Video Assistant Referee (VAR) yang membuat keputusan keliru diberikan sanksi tegas, bukan sekadar memberikan pernyataan maaf tertulis setelah laga usai.


Dalam tayangan Sky Sports, Senin (14/9/2026), Bothroyd menegaskan bahwa permintaan maaf formal tidak sebanding dengan dampak kesalahan yang terjadi di lapangan. Ia juga menantang ketua badan wasit Inggris (PGMOL), Howard Webb, untuk tampil secara terbuka di media dan memberikan penjelasan mendalam terkait standar kepemimpinan wasit yang dinilai kian menurun.


"Pemain yang membuat kesalahan akan mendapatkan teguran atau sanksi. Perangkat pertandingan seharusnya diperlakukan sama. Hanya mengatakan 'maaf' melalui rilis pernyataan tanpa penjelasan langsung di depan kamera sama sekali tidak cukup," tegas Bothroyd.


Kontroversi ini bermula ketika umpan silang mengarah ke area penalti Manchester United. Gelandang Man City, Enzo Fernandez, mencoba menyambut bola dengan melakukan sundulan sambil menjatuhkan diri namun gagal menyentuh bola. Haaland yang berada tepat di belakangnya langsung memanfaatkan momentum tersebut untuk menjebol gawang The Red Devils.


Hakim garis awalnya menganulir gol tersebut karena menganggap Fernandez terjebak dalam posisi offside. Namun, setelah intervensi VAR, keputusan diubah dan gol tetap disahkan dengan alasan Fernandez tidak menyentuh bola sehingga dianggap tidak memengaruhi jalannya permainan.


Meski lembaga pengawas wasit telah menyampaikan permohonan maaf resmi kepada pihak Manchester United atas kekeliruan penilaian tersebut, publik sepak bola menganggap analisis VAR terlalu dangkal karena hanya berfokus pada kontak fisik terhadap bola.


Mantan wasit senior Liga Inggris, Dermot Gallagher, turut memberikan pandangannya terkait kegagalan VAR membaca situasi. Menurutnya, meski Fernandez tidak menyentuh bola, pergerakannya secara jelas telah mengganggu fokus kiper Senne Lammens dan menarik perhatian bek Lisandro Martinez dari pengawasan terhadap Haaland.


Dengan dampak langsung yang memengaruhi pergerakan dua pemain bertahan lawan, tindakan Fernandez secara aturan jelas masuk dalam kategori mengganggu permainan. Keputusan tersebut kini tercatat sebagai salah satu kontroversi keputusan wasit paling menyita perhatian di awal musim ini.