Nissan dikabarkan berencana menghidupkan kembali Pixo, mobil mungil yang sebelumnya dipasarkan di Inggris sebagai kendaraan berbahan bakar bensin dengan harga terjangkau pada 2009 -->

Nissan dikabarkan berencana menghidupkan kembali Pixo, mobil mungil yang sebelumnya dipasarkan di Inggris sebagai kendaraan berbahan bakar bensin dengan harga terjangkau pada 2009

Minggu, 13 September 2026

 

Nissan dikabarkan berencana menghidupkan kembali Pixo, mobil mungil yang sebelumnya dipasarkan di Inggris sebagai kendaraan berbahan bakar bensin dengan harga terjangkau pada 2009. Kali ini, Pixo akan hadir dalam versi mobil listrik.

 


Mengutip Arena EV pada Sabtu (12/9/2026), Nissan tidak akan mengembangkan Pixo listrik sepenuhnya dari awal. Perusahaan asal Jepang tersebut akan memanfaatkan sumber daya yang tersedia dalam aliansinya untuk mempercepat pengembangan kendaraan.

 

Nissan Pixo generasi baru disebut akan menjadi kembaran teknis Renault Twingo E-Tech. Produksinya direncanakan berlangsung di lini perakitan yang sama di pabrik Renault di Novo Mesto, Slovenia.

 

Prototipe Pixo terbaru yang tertangkap kamera memperlihatkan desain mobil yang mungil dan memiliki posisi bodi tegak, menyerupai Renault Twingo. Namun, bagian depan dibuat dengan karakter Nissan, salah satunya melalui daytime running light berbentuk bulat.

 

Desain tersebut disebut mendapatkan inspirasi dari sejumlah model Nissan pada akhir 1980-an, seperti Figaro, Be-1, dan Pao, yang dikenal memiliki pendekatan desain retro.

 

Pixo listrik akan menggunakan platform AmpR Small yang dikembangkan Renault. Dimensinya diperkirakan tidak jauh berbeda dari Twingo, dengan panjang 3.789 mm, lebar 1.720 mm, tinggi 1.491 mm, serta jarak sumbu roda 2.493 mm.

 

Untuk menunjang mobilitas perkotaan, kendaraan tersebut akan menggunakan satu motor listrik yang ditempatkan di bagian depan. Motor tersebut diklaim mampu menghasilkan tenaga 60 kW dengan torsi maksimum 175 Nm.

 

Sumber tenaga berasal dari baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 27,5 kWh. Nissan dan Renault memperkirakan Pixo listrik dapat menempuh jarak hingga 262 km berdasarkan Worldwide Harmonised Light-Duty Vehicles Test Procedure (WLTP).

 

Mobil listrik mungil itu juga mendukung pengisian cepat DC dengan daya hingga 50 kW. Pengisian baterai dari 10% hingga 80% diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

 

Sementara itu, pengisian menggunakan AC standar berdaya 6,6 kW dari kondisi kosong hingga penuh membutuhkan waktu sekitar empat jam 15 menit. Jika menggunakan pengisi daya AC 11 kW, waktu tersebut dapat dipangkas menjadi sekitar dua jam 35 menit.

 

Dari sisi harga, Nissan diperkirakan memasarkan Pixo listrik dengan banderol di bawah 20.000 euro atau sekitar Rp 400 jutaan sebelum pajak serta pengurangan dari insentif yang berlaku di sejumlah wilayah Eropa.

 

Kehadiran kembali Pixo dalam bentuk mobil listrik menjadi bagian dari upaya Nissan memperluas pilihan kendaraan listrik berukuran kecil dengan harga yang lebih terjangkau di Eropa.

 

Strategi tersebut juga dilakukan ketika persaingan pasar mobil listrik Eropa semakin ketat, termasuk dengan meningkatnya kehadiran produsen kendaraan asal China.