Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi sebagai salah satu faktor -->

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi sebagai salah satu faktor

Jumat, 25 September 2026

 

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi sebagai salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi stabilitas keuangan global.

 


Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menyoroti perkembangan AI dapat menimbulkan risiko stabilitas keuangan apabila teknologi tersebut berkembang di luar kendali manusia.

 

Pemerintah umumnya memperoleh pembiayaan dengan menerbitkan obligasi dan membayar bunga kepada investor yang membelinya. Kekhawatiran terhadap inflasi yang dapat menggerus tingkat pengembalian investasi telah mendorong kenaikan imbal hasil obligasi dalam beberapa bulan terakhir.

 

Kenaikan imbal hasil juga dipengaruhi meningkatnya persaingan memperoleh pendanaan di pasar obligasi. Perusahaan-perusahaan teknologi besar membutuhkan modal dalam jumlah besar untuk membiayai pengembangan AI.

 

“Jika kita melihat lebih banyak kejadian ketika AI mulai berjalan dengan sendirinya, kita dapat menghadapi risiko stabilitas keuangan yang signifikan,” ujarnya dilansir dari Reuters.

 

Menurut Georgieva, perekonomian global saat ini menghadapi dua kekuatan yang bergerak berlawanan arah, yakni tekanan akibat lonjakan harga energi dan dorongan investasi besar-besaran pada AI.

 

Dia menilai pasokan minyak dan gas dari kawasan Teluk perlu kembali normal secara berkelanjutan agar tekanan harga energi mereda. Normalisasi pasokan energi dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi tekanan terhadap perekonomian global.