Sedikitnya satu orang tewas dan 41 orang mengalami luka ringan akibat banjir yang dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Nagoya, Jepang tengah -->

Sedikitnya satu orang tewas dan 41 orang mengalami luka ringan akibat banjir yang dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Nagoya, Jepang tengah

Kamis, 10 September 2026

 Sedikitnya satu orang tewas dan 41 orang mengalami luka ringan akibat banjir yang dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Nagoya, Jepang tengah. Hujan lebat yang mengguyur mencetak rekor curah di wilayah Tokai sejak Selasa (8/9/2026).



Hingga Rabu (9/9/2026), sekitar 3.500 orang telah mengungsi di sejumlah pusat evakuasi. Selain itu, sekitar 200 kendaraan dilaporkan terendam banjir.


Pemerintah setempat mencatat sekitar 41 orang mengalami luka-luka hingga pukul 13.00 waktu setempat. Sementara itu, pada Selasa (8/9/2026) seorang warga yang terjebak dalam tanah longsor di Kawanehoncho, Prefektur Shizuoka, dinyatakan meninggal pada Rabu (9/9/2026), seperti dilansir dari Japan Today. 


Korban tewas yang tak diungkap identitasnya tersebut, dilaporkan terjebak saat mencoba memperkuat lereng untuk mencegah longsor.


Badan Meteorologi Jepang atau Japan Meteorological Agency (JMA) pada hari ini telah mengeluarkan peringatan bahwa hujan lebat masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Jepang hingga Kamis (10/9/2026).


JMA meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap tanah longsor, banjir, serta kenaikan permukaan sungai. Untuk di wilayah Tokai dan daerah lainnya, kondisi tanah yang sudah gembur membuat risiko bencana meningkat meskipun hanya hujan kecil. 


Menurut keterangan JMA, sebuah front cuaca membentang di sepanjang pantai Pasifik Jepang bagian timur dan barat. Sementara itu, depresi tropis yang sebelumnya merupakan Topan Krovanh bergerak ke utara di sebelah selatan Pulau Shikoku. Udara hangat dan lembap terus mengalir menuju front cuaca aktif tersebut. Front diperkirakan sedikit bergeser ke selatan dan tetap berada di selatan Pulau Honshu pada Kamis (10/9/2026).


JMA juga memperingatkan potensi terbentuknya fenomena pita hujan linear di wilayah Tokai dan daerah lainnya, yang dapat mengakibatkan hujan intensitas tinggi dalam waktu cukup lama