Artis Nikita Mirzani mengungkapkan kesedihan dan kerinduannya kepada anak-anak selama menjalani masa penahanan. Melalui sebuah video yang ditayangkan dalam peluncuran film Beautiful Pain -->

Artis Nikita Mirzani mengungkapkan kesedihan dan kerinduannya kepada anak-anak selama menjalani masa penahanan. Melalui sebuah video yang ditayangkan dalam peluncuran film Beautiful Pain

Sabtu, 17 Oktober 2026

 Artis Nikita Mirzani mengungkapkan kesedihan dan kerinduannya kepada anak-anak selama menjalani masa penahanan. Melalui sebuah video yang ditayangkan dalam peluncuran film Beautiful Pain di Epicentrum Kuningan, Jakarta, belum lama ini, Nikita menyampaikan permintaan maaf karena belum bisa mendampingi buah hatinya secara langsung.



Pesan emosional tersebut disampaikan Nikita saat memperkenalkan film yang diproduserinya. Ia secara khusus mempersembahkan karya tersebut untuk anak-anaknya, terutama Laura, yang terus memberikan kekuatan selama dirinya berada di balik jeruji besi.


"Film ini adalah film yang aku persembahkan buat anak-anak Niki terutama Laura. Terima kasih sudah terus berjuang, maafkan Mimi karena tidak bisa hadir. Mimi sedang ada wajib militer, doakan sebentar lagi keluar," ujar Nikita dalam tayangan video tersebut.


Selain menjadi persembahan untuk anak-anaknya, Nikita menjelaskan bahwa film Beautiful Pain lahir dari keinginannya menggambarkan perjuangan perempuan Indonesia dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.


Menurutnya, film tersebut tidak semata-mata mengangkat pengalaman pribadinya, tetapi juga menyuarakan keberanian perempuan yang harus berjuang sendiri untuk mempertahankan kehidupan dan masa depan keluarga.


"Ini bukan film tentang Nikita Mirzani, tetapi ini film tentang semua wanita Indonesia yang berani berjuang, berani mengambil risiko, berani melangkah lebih jauh lagi ke depan," ungkapnya.


Nikita juga menyoroti kondisi perempuan yang masih terjebak dalam ketakutan, termasuk mereka yang menjalani kehidupan rumah tangga penuh tekanan dan persoalan batin.


Ia berharap perempuan tidak merasa rendah diri ketika harus menjalani kehidupan sebagai orang tua tunggal. Menurutnya, status janda bukanlah sesuatu yang patut dipandang sebagai aib ataupun alasan untuk berhenti memperjuangkan kebahagiaan.


"Karena kalau dari cerita yang Niki alami, menjadi seorang janda itu bukan suatu hinaan. Jangan takut dicemooh sama tetangga karena mereka enggak tahu apa-apa tentang kita. Jangan takut dicemooh dengan orang lain karena mereka tidak tahu apa yang sudah kita perjuangkan," tuturnya.


Melalui Beautiful Pain, Nikita ingin memberikan dorongan kepada perempuan agar memiliki keberanian mengambil keputusan, menghadapi risiko, dan memperjuangkan kesehatan mental demi kehidupan yang lebih baik.


Ia juga menekankan pentingnya perjuangan seorang ibu dalam membangun masa depan anak-anak tanpa harus merasa sendirian menghadapi berbagai tantangan.


"Semoga setelah kalian menonton film ini, film ini bisa dapat menginspirasi kalian semuanya untuk berani mengambil risiko, untuk berani berjuang demi mental kalian, dan berani melangkah lebih jauh untuk kehidupan anak-anak kalian kelak di kemudian hari," katanya.


"Niki berharap agar tidak ada lagi perempuan yang merasa sendirian ketika harus memperjuangkan martabat dan kebahagiaan keluarganya," pungkas Nikita.