Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat budaya
keselamatan, keamanan, dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) nuklir untuk
mendukung transisi energi serta ketahanan energi nasional. Upaya tersebut
dilakukan melalui kegiatan capacity building yang diselenggarakan Organisasi
Riset Tenaga Nuklir (ORTN).
BRIN menilai kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi
nuklir membutuhkan komitmen kuat terhadap budaya keselamatan, keamanan, serta
penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Kepala ORTN BRIN Syaiful Bakhri menjelaskan, pengembangan
kapasitas teknologi nuklir menjadi salah satu materi utama dalam kegiatan
tersebut. Para periset di bidang ketenaganukliran perlu memahami perkembangan
terkini mengenai peran teknologi nuklir dalam transisi energi, rencana
pembangunan energi nuklir di Indonesia, serta berbagai penerapannya.
Pemahaman tersebut diharapkan menjadi acuan bagi periset
untuk menyelaraskan kegiatan penelitian dengan kebutuhan nasional sekaligus
mendukung pengembangan teknologi nuklir di Indonesia.
"Topik terkait pengembangan kapasitas teknologi nuklir
di Indonesia menjadi salah satu materi penting dalam kegiatan ini. Tujuannya
agar periset dapat mengarahkan kegiatan risetnya selaras dengan kebutuhan
nasional," jelas Syaiful pada Minggu (25/10/2026).
Pemanfaatan energi nuklir sebagai sumber energi bersih juga
membutuhkan sistem keselamatan dan keamanan yang terintegrasi. Sistem tersebut
diperlukan untuk menjaga keberlanjutan operasional sekaligus melindungi
fasilitas nuklir dari berbagai potensi ancaman.
Karena itu, kegiatan ini turut menekankan pentingnya sinergi
antara penelitian dan pendidikan dalam memperkuat ekosistem riset nuklir
nasional. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menyiapkan SDM yang
kompeten, meningkatkan kesiapan teknologi, serta mendorong pemanfaatan energi
nuklir secara aman.
"Materi menarik lainnya terkait sinergi antara
penelitian dan pendidikan. Kolaborasi ini sangat diperlukan untuk menyiapkan
SDM nuklir yang kompeten agar dapat membangun ekosistem riset nuklir nasional
yang kuat," terangnya.
Selain keselamatan dan keamanan, penerapan nilai dasar
aparatur sipil negara (ASN) BerAKHLAK juga menjadi bagian dari pengembangan SDM
nuklir. Nilai-nilai tersebut mencakup orientasi pelayanan, akuntabilitas,
kompetensi, keharmonisan, loyalitas, adaptivitas, dan kolaborasi.
"Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat mendukung SDM
nuklir dalam meningkatkan kualitas riset serta memperkuat kontribusi ORTN BRIN
dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat," tambah
Syaiful.
Kegiatan tersebut menghadirkan periset dari ORTN BRIN,
Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) BRIN, serta praktisi
dan pakar keselamatan dan kesehatan kerja. Narasumber juga berasal dari
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Pendidikan
Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), serta Kementerian Perencanaan
Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Keterlibatan narasumber dari berbagai bidang diharapkan
mendorong pertukaran pengetahuan dan memperkuat sinergi antarlembaga. Melalui
kegiatan ini, peserta juga diharapkan memahami posisi energi nuklir dalam
transisi energi serta arah kebijakan pengembangannya di Indonesia.
