Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat budaya keselamatan, keamanan, dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) nuklir untuk mendukung transisi energi -->

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat budaya keselamatan, keamanan, dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) nuklir untuk mendukung transisi energi

Senin, 26 Oktober 2026

 


Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat budaya keselamatan, keamanan, dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) nuklir untuk mendukung transisi energi serta ketahanan energi nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan capacity building yang diselenggarakan Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN).

 

BRIN menilai kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi nuklir membutuhkan komitmen kuat terhadap budaya keselamatan, keamanan, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

 

Kepala ORTN BRIN Syaiful Bakhri menjelaskan, pengembangan kapasitas teknologi nuklir menjadi salah satu materi utama dalam kegiatan tersebut. Para periset di bidang ketenaganukliran perlu memahami perkembangan terkini mengenai peran teknologi nuklir dalam transisi energi, rencana pembangunan energi nuklir di Indonesia, serta berbagai penerapannya.

 

Pemahaman tersebut diharapkan menjadi acuan bagi periset untuk menyelaraskan kegiatan penelitian dengan kebutuhan nasional sekaligus mendukung pengembangan teknologi nuklir di Indonesia.

 

"Topik terkait pengembangan kapasitas teknologi nuklir di Indonesia menjadi salah satu materi penting dalam kegiatan ini. Tujuannya agar periset dapat mengarahkan kegiatan risetnya selaras dengan kebutuhan nasional," jelas Syaiful pada Minggu (25/10/2026).

 

Pemanfaatan energi nuklir sebagai sumber energi bersih juga membutuhkan sistem keselamatan dan keamanan yang terintegrasi. Sistem tersebut diperlukan untuk menjaga keberlanjutan operasional sekaligus melindungi fasilitas nuklir dari berbagai potensi ancaman.

 

Karena itu, kegiatan ini turut menekankan pentingnya sinergi antara penelitian dan pendidikan dalam memperkuat ekosistem riset nuklir nasional. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menyiapkan SDM yang kompeten, meningkatkan kesiapan teknologi, serta mendorong pemanfaatan energi nuklir secara aman.

 

"Materi menarik lainnya terkait sinergi antara penelitian dan pendidikan. Kolaborasi ini sangat diperlukan untuk menyiapkan SDM nuklir yang kompeten agar dapat membangun ekosistem riset nuklir nasional yang kuat," terangnya.

 

Selain keselamatan dan keamanan, penerapan nilai dasar aparatur sipil negara (ASN) BerAKHLAK juga menjadi bagian dari pengembangan SDM nuklir. Nilai-nilai tersebut mencakup orientasi pelayanan, akuntabilitas, kompetensi, keharmonisan, loyalitas, adaptivitas, dan kolaborasi.

 

"Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat mendukung SDM nuklir dalam meningkatkan kualitas riset serta memperkuat kontribusi ORTN BRIN dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat," tambah Syaiful.

 

Kegiatan tersebut menghadirkan periset dari ORTN BRIN, Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) BRIN, serta praktisi dan pakar keselamatan dan kesehatan kerja. Narasumber juga berasal dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), serta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

 

Keterlibatan narasumber dari berbagai bidang diharapkan mendorong pertukaran pengetahuan dan memperkuat sinergi antarlembaga. Melalui kegiatan ini, peserta juga diharapkan memahami posisi energi nuklir dalam transisi energi serta arah kebijakan pengembangannya di Indonesia.