Insiden mencekam melanda penerbangan maskapai flydubai rute internasional menuju Tel Aviv setelah salah satu pilot diduga mencoba menabrakkan pesawat dan membunuh -->

Insiden mencekam melanda penerbangan maskapai flydubai rute internasional menuju Tel Aviv setelah salah satu pilot diduga mencoba menabrakkan pesawat dan membunuh

Kamis, 01 Oktober 2026

 

Insiden mencekam melanda penerbangan maskapai flydubai rute internasional menuju Tel Aviv setelah salah satu pilot diduga mencoba menabrakkan pesawat dan membunuh seluruh penumpang di dalamnya. Peristiwa horor tersebut memaksa pesawat melakukan pendaratan darurat di Bandara Tabuk, Arab Saudi.

 

Pernyataan resmi disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Rabu (30/9/2026) waktu setempat. Netanyahu mengonfirmasi bahwa aksi penyelamatan berani dari para penumpang dan awak kabin berhasil menggagalkan potensi bencana besar di udara. Ia menduga pilot ingin menjatuhkan pesawat karena banyak membawa warga negara (WN) Israel.

Berdasarkan data situs pemantau penerbangan Flightradar24, pesawat berisikan 174 penumpang, 166 di antaranya warga negara Israel. AFP menyebut pesawat yang semula terbang normalmendadak kehilangan ketinggian secara ekstrem hingga 17.000 kaki (sekitar 5.100 meter) hanya dalam rentang waktu satu menit saat melintas di atas wilayah udara Yordania.

 

Netanyahu menjelaskan, insiden bermula ketika pesawat mulai mendekati ruang udara tujuan. Salah satu pilot mendadak menyerang dan menikam rekannya di dalam kokpit, lalu berusaha mengambil alih kendali penuh untuk menjatuhkan pesawat.

 

"Saat dalam penerbangan mendekati negara tujuan, salah satu pilot menikam pilot lainnya dan berupaya menabrakkan pesawat beserta seluruh orang di dalamnya," ungkap Netanyahu dalam pesan video resminya yang dikutip AFP.

 

"Saya mengapresiasi para pahlawan ini. Mereka berhasil mencegah terjadinya bencana yang sangat besar," tambah Netanyahu usai berbicara langsung dengan salah satu penumpang yang mendobrak masuk ke kokpit untuk meringkus pelaku.

 

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut insiden ini sebagai "percobaan serangan teror jihadis", meski pihak berwenang belum memerinci identitas maupun motif pasti pelaku.

 

Para penumpang menggambarkan kepanikan luar biasa di dalam kabin saat pesawat menukik tajam secara tiba-tiba. Salah satu penumpang, Miryam Shira Ohayon, menyebut kondisi pesawat sempat benar-benar lepas kendali.

 

"Kopilot mencoba membunuh pilot utama dan pada dasarnya ingin melakukan aksi bunuh diri dengan menabrakkan pesawat," ujar Miryam Shira Ohayon kepada awak media.

 

"Pesawat benar-benar dalam posisi hampir jatuh, dan beruntung berkat kesigapan banyak orang yang langsung mengambil alih kendali serta melumpuhkan kopilot tersebut," lanjutnya.

 

Penumpang lainnya, Almog Italie, melukiskan detik-detik mencekam saat pesawat mendadak hilang ketinggian.  "Rasanya seperti mengalami turbulensi yang sangat hebat, padahal tidak ada turbulensi udara. Itu seperti naik rollercoaster," tutur Almog Italie melalui panggilan video dari Arab Saudi.

 

Pihak manajemen flydubai mengonfirmasi bahwa awak kabin cadangan yang sedang bertugas di penerbangan tersebut akhirnya mengambil alih kendali dan berhasil mendaratkan pesawat dengan selamat di Tabuk pada pukul 09.45 pagi waktu setempat.

 


Seusai mendarat di Tabuk, Arab Saudi, negara yang belum memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel, petugas keamanan setempat langsung mengamankan area terminal. Kedua pilot yang mengalami luka-luka langsung dilarikan ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan medis serta menjalani proses interogasi oleh otoritas Saudi.

 

Foto-foto yang beredar memperlihatkan para penumpang, termasuk anak-anak, menunggu di ruang lounge bandara dengan kondisi pakaian beberapa penumpang pria ternoda bercak darah akibat pergumulan melumpuhkan pelaku.

 

Beberapa jam setelah pendaratan darurat tersebut, armada pengganti dari flydubai menerbangkan seluruh penumpang selamat menuju Bandara Ben Gurion, Tel Aviv. Menanggapi peristiwa ini, PM Netanyahu menginstruksikan seluruh jajaran lembaga keamanan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman susulan.