Kapten Manchester United, Bruno Fernandes dilaporkan menjadi korban perampokan di rumah mewahnya di Nether Alderley, Cheshire, Inggris. -->

Kapten Manchester United, Bruno Fernandes dilaporkan menjadi korban perampokan di rumah mewahnya di Nether Alderley, Cheshire, Inggris.

Sabtu, 24 Oktober 2026

 Kapten Manchester United, Bruno Fernandes dilaporkan menjadi korban perampokan di rumah mewahnya di Nether Alderley, Cheshire, Inggris. Tiga pria tak dikenal yang mengenakan topeng diduga membobol properti tersebut, Rabu (21/10/2026) malam dan membawa kabur sejumlah barang berharga, termasuk perhiasan bermerek.



Peristiwa itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.30 waktu setempat ketika Fernandes sedang berada di Italia. Istri Fernandes, Ana Pinho, dan kedua anak mereka dilaporkan tidak berada di rumah saat kejadian.


Menurut keterangan kepolisian, seorang tetangga menghubungi petugas setelah melihat tiga pria tak dikenal di halaman belakang properti yang berbatasan dengan kawasan hutan. Petugas tiba sekitar 10 menit setelah menerima laporan, tetapi para terduga pelaku sudah meninggalkan lokasi.


Sebuah sumber yang dikutip dalam laporan tersebut mengatakan Fernandes dan keluarganya terpukul akibat kejadian itu.



“Bruno dan Ana benar-benar hancur. Rumah Anda dirusak seperti ini saat Anda sedang membela klub Anda adalah mimpi buruk terburuk bagi setiap pemain sepak bola,” ujar sumber tersebut dilansir The Sun, Jumat (23/10/2026).


Perampokan ini disebut menambah daftar kasus pencurian yang menyasar pesepak bola ketika mereka sedang bertanding atau bepergian bersama klub. Kelompok pelaku dalam sejumlah kasus serupa kerap disebut beraksi dengan memanfaatkan jadwal pertandingan untuk mengetahui kapan rumah para pemain kosong.


Pemain Manchester City, Ruben Dias, disebut pernah menjadi korban perampokan di Alderley Edge pada Januari. Sejumlah pesepak bola lain, termasuk Jack Grealish, Raheem Sterling, dan Riyad Mahrez, juga pernah dikaitkan dengan kasus pencurian yang menyasar tempat tinggal mereka.


Fernandes dilaporkan telah tinggal bersama keluarganya di kawasan tersebut selama hampir empat tahun. Rumah itu disebut dilengkapi sistem keamanan, termasuk alarm, kamera pengawas atau CCTV, serta gerbang listrik.


Meski demikian, para terduga pelaku diduga masuk melalui bagian belakang properti yang berbatasan dengan hutan. Dugaan tersebut disampaikan oleh sumber yang dikutip dalam laporan mengenai insiden itu.


“Ini adalah daerah yang sangat makmur dan tenang. Rumah itu berbatasan dengan hutan, jadi kemungkinan mereka masuk melalui pagar belakang,” kata sumber tersebut.


“Setelah selesai, akan mudah untuk menghilang,” lanjutnya.


Laporan tersebut juga menyebut sejumlah mobil mewah milik Fernandes, termasuk Bentley Continental GT dan Bentley Bentayga, tidak dibawa oleh para pelaku. Namun, nilai barang yang dicuri dan total kerugian belum dijelaskan secara terperinci dalam keterangan kepolisian.


Kepolisian Cheshire telah membuka penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut. Petugas juga dilaporkan memeriksa rekaman CCTV dari properti di sekitar lokasi guna mencari petunjuk mengenai identitas para terduga pelaku.


Seorang juru bicara Kepolisian Cheshire mengatakan petugas menerima laporan aktivitas mencurigakan di sebuah alamat di kawasan Alderley Park, Nether Alderley, sekitar pukul 20.30, Rabu (21/10/2026).


 “Pelapor melaporkan adanya tiga pria tak dikenal di halaman belakang rumah tetangga. Petugas mendatangi lokasi kejadian dan setibanya di sana, tidak ditemukan jejak para tersangka,” ujar juru bicara tersebut.


“Namun, petugas menemukan bahwa telah terjadi perampokan di alamat tersebut dan sejumlah barang telah dicuri,” lanjutnya.


Inspektur Detektif David Jarvis dari Unit Investigasi Kriminal Proaktif Macclesfield mengatakan penyelidikan masih berlangsung. Polisi meminta masyarakat yang berada di sekitar lokasi pada waktu kejadian untuk menyampaikan informasi jika melihat sesuatu yang mencurigakan.


“Investigasi ini masih dalam tahap awal saat ini, dan kami berkomitmen untuk melakukan semua yang kami bisa untuk melacak orang-orang yang bertanggung jawab,” katanya.


“Sebagai bagian dari penyelidikan kami, kami ingin mendengar dari siapa pun yang berada di daerah setempat pada saat itu dan yakin bahwa mereka mungkin telah menyaksikan sesuatu yang mencurigakan,” tambahnya.


Peristiwa tersebut juga dilaporkan terjadi setelah Manchester United menjalani pertandingan melawan Como. Dalam wawancara dengan TNT Sports, Bruno Fernandes menyinggung pendekatan taktik tim, termasuk keputusan staf pelatih untuk tidak menerapkan tekanan satu lawan satu (man-to-man pressing).


“Ini adalah keputusan dari staf untuk tidak melakukan pressing man-to-man dan terkadang meninggalkan ruang di belakang dan mencoba merebut bola, tetapi terkadang ketika Anda terlalu banyak memberikan bola kepada tim-tim ini, mereka mendapatkan kepercayaan diri,” ujarnya.


Ketika ditanya apakah pelatih Michael Carrick keliru menerapkan taktik, Fernandes menyatakan penilaian tersebut merupakan tanggung jawab staf pelatih.


 “Itu tanggung jawab manajer dan staf untuk melihatnya, bukan saya,” tuturnya.


Menanggapi komentar tersebut, Carrick menekankan pentingnya kerja keras para pemain di lapangan, apa pun sistem permainan yang digunakan.


“Pada dasarnya, sistem apa pun yang Anda mainkan, taktik apa pun yang Anda gunakan, jika Anda tidak berlari, dan Anda tidak berlari ke depan, dan Anda tidak berlari ke belakang, Anda tidak akan menang,” bebernya.